Beranda Daerah Toilet Masjid Masuk Menu Revitalisasi? Pelaksanaan SPS TAAM Al Muflih Perlu Diklarifikasi

Toilet Masjid Masuk Menu Revitalisasi? Pelaksanaan SPS TAAM Al Muflih Perlu Diklarifikasi

47
0

Tasikmalaya Ketikone – Pelaksanaan Program Revitalisasi di SPS TAAM Al Muflih menjadi sorotan setelah muncul sejumlah pertanyaan terkait transparansi penggunaan anggaran dan realisasi pekerjaan di lapangan.

Sebelum persoalan anggaran revitalisasi mencuat, upaya konfirmasi yang dilakukan pihak media kepada Yusep juga sempat menemui kejanggalan. Pasalnya, dalam komunikasi awal, Yusep disebut tidak mengakui dirinya sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SPS TAAM Al Muflih.

Bahkan, ketika istrinya dia sebut menyampaikan tidak mengetahui siapa yang menjabat sebagai kepala sekolah di lembaga pendidikan tersebut.

Situasi ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kejelasan pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan lembaga maupun pelaksanaan Program Revitalisasi.

Baca juga:Diky Candra: Banyak yang Harus Dibenahi, Tujuh Program Prioritas Perlu Dipertajam

Namun, dalam konfirmasi berikutnya, Yusep memberikan keterangan terkait sejumlah menu pekerjaan revitalisasi, termasuk pengadaan meja guru dan pelaksanaan pekerjaan di lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah SPS TAAM Al Muflih, Yusep, belum memberikan penjelasan secara terperinci ketika dikonfirmasi oleh pihak media mengenai anggaran dan penggunaan dana program revitalisasi tersebut.

Pasalnya Papan impormasi sudah di beresin, dan di Handpone sudah ke riset, “ujar Yusep .Jum’at 06 Nopember 2026.

Padahal, keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan program yang menggunakan anggaran negara. Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SPS TAAM Al Muflih mendapatkan program revitalisasi dengan sejumlah menu pekerjaan, di antaranya rehabilitasi Ruang belajar dan fasilitas lingkungan bermain dan toilet.

Baca juga:Tak Sekadar Gizi, Bupati Tasikmalaya CNY Dorong MBG Hidupkan Ekonomi Lokal

Namun, muncul pertanyaan mengenai realisasi pekerjaan toilet. Pasalnya, terdapat dugaan bahwa toilet yang diklaim masuk dalam menu revitalisasi merupakan fasilitas milik masjid. Hal tersebut perlu diklarifikasi agar tidak terjadi kekeliruan dalam pencatatan aset maupun pelaporan pekerjaan.

Selain itu, fasilitas tempat bermain yang sebelumnya sudah tersedia disebut-sebut hanya mengalami pengecatan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pekerjaan revitalisasi telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan anggaran yang ditetapkan.

Terkait pengadaan mebeler, Yusep menyampaikan bahwa mebeler tidak termasuk dalam menu pekerjaan revitalisasi. Menurut keterangannya, pembelian yang dilakukan hanya berupa meja guru.

Sementara itu, P2SP Nana menjadi salah satu pihak yang perlu dimintai keterangan lebih lanjut terkait pelaksanaan dan pengelolaan program tersebut.

Baca juga:Wabup CNY, Bacakan Sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI

Informasi lainnya menyebutkan bahwa konsultan perencana bernama Royan berasal dari Ciamis, dan belum bisa di pita kejelasan, Yusep sebut dengan masa pelaksanaan pekerjaan selama 90 hari.

Hal lain yang turut menjadi perhatian adalah informasi bahwa proses pembelanjaan dilakukan secara manual dan tidak melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah).

Kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan apakah mekanisme pengadaan yang digunakan telah sesuai dengan petunjuk teknis dan ketentuan program revitalisasi yang berlaku.

Sejumlah persoalan tersebut membutuhkan penjelasan terbuka dari pihak sekolah maupun P2SP, khususnya mengenai besaran anggaran, rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi pekerjaan, bukti pembelanjaan, serta kesesuaian antara perencanaan dan hasil pekerjaan di lapangan.

Pihak Media akan lakukan klarivikasi ke Kepala Bidang (Kabid) PAUD Kota Tasikmalaya , agar bisa memberikan keterangan di karnakan ada dugaan  kejanggalan dalam pelaksanaan Revitalisasi SPS TAAM Al MUFLIH Tamansari Kota Tasikmalaya.

Transparansi dan akuntabilitas menjadi hal penting agar pelaksanaan Program Revitalisasi benar-benar sesuai tujuan, yakni meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini