Beranda Pendidikan 106 Siswa SMP Prima Cendekia Islami Kunjungi Istana Negara 

106 Siswa SMP Prima Cendekia Islami Kunjungi Istana Negara 

19
0

Jakarta Ketikone – Sebanyak 106 siswa kelas VII SMP Prima Cendekia Islami (PCI), Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berkesempatan mengunjungi kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Kunjungan istimewa tersebut merupakan bagian dari kegiatan Rihlah Ilmiah melalui program Istana untuk Anak Sekolah yang diselenggarakan oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Kehadiran rombongan siswa SMP Prima Cendekia Islami disambut oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara, Faisal Fahmi, S.H., M.H., yang memberikan sambutan sekaligus pengenalan mengenai program Istana untuk Anak Sekolah.

Dalam sambutannya, Faisal Fahmi menjelaskan bahwa program Istana untuk Anak Sekolah merupakan sarana edukasi yang memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengenal lebih dekat lingkungan Istana Kepresidenan, sejarah bangsa, serta penyelenggaraan pemerintahan negara.

Melalui program tersebut, para siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar secara langsung, tidak hanya melalui buku pelajaran atau pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dengan menyaksikan berbagai tempat bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia di istana kepresidenan jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa mendapatkan kesempatan berkeliling kompleks Istana Kepresidenan Jakarta dengan didampingi petugas yang memberikan penjelasan mengenai sejarah, fungsi, dan peranan sejumlah bangunan penting di lingkungan istana.

Rangkaian kunjungan dimulai dari Wisma Negara, kemudian dilanjutkan menuju Istana Merdeka, salah satu bangunan bersejarah yang menjadi simbol penting perjalanan pemerintahan Republik Indonesia.

Para siswa selanjutnya diajak mengenal lingkungan Kantor Presiden, tempat berlangsungnya berbagai aktivitas pemerintahan dan pelaksanaan tugas-tugas kenegaraan.

Baca juga : Kades Kopo Abah Entang Suryana Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan Lingkungan

Perjalanan edukatif kemudian dilanjutkan menuju ruang konferensi pers, yang menjadi salah satu sarana penyampaian informasi resmi mengenai kegiatan dan kebijakan kepresidenan kepada masyarakat. Bahkan salah seorang siswa SMP PCI, Jauhar Fadhil Yassar mencoba tampil di mimbar yang biasa digunakan Presiden.

Rangkaian kunjungan berakhir di Gedung Istana Negara, tempat berlangsungnya berbagai kegiatan resmi kenegaraan, termasuk penerimaan tamu negara dan sejumlah agenda penting pemerintahan. Kunjungan ini mengandung pengalaman bagi para siswa, karena dapat menginjakkan kaki dan menyusuri ruang ruang istana presiden yang biasanya hanya dapat dilihat di layar kaca.

Kepala SMP Prima Cendekia Islami, Beni Saputro, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan Rihlah Ilmiah merupakan agenda pendidikan tahunan yang dirancang sebagai bagian dari penguatan proses pembelajaran melalui pengalaman langsung di luar lingkungan sekolah.

“Rihlah Ilmiah merupakan agenda tahunan SMP Prima Cendekia Islami bagi siswa kelas VII. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang nyata, bermakna, dan berkesan. Para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga dapat melihat secara langsung berbagai objek yang berkaitan dengan sejarah, kebangsaan, dan kehidupan bernegara,” ujar Beni Saputro.

Ia menjelaskan bahwa kunjungan ke Istana Kepresidenan memiliki nilai edukatif yang sangat penting, terutama dalam memperkuat pemahaman siswa mengenai sejarah Indonesia, pendidikan Pancasila, serta sistem pemerintahan negara.

Melalui pengalaman mengunjungi pusat pemerintahan Republik Indonesia, para siswa diharapkan semakin memahami bahwa kepemimpinan, tanggung jawab, integritas, dan pengabdian kepada bangsa merupakan nilai-nilai penting yang harus ditanamkan sejak usia sekolah.

Ada yang menarik dari kunjugan ini, para siswa dibekali cendramata dari Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dengan sedikit pesan: “Untuk adik-adiks SMP Prima Cendekia Islami, terus belajar dan selalu hormati guru: 1. Pilih tiga cita-cita dan usahakan. 2. Kuasai minimal satu keahlian positif. 3. Perbanyak teman dan dirawat. 4. Selalu minta restu orang tua dan orang terkasih. Salam TIW”.

“Dari ruang kelas menuju Istana Negara, dari pengalaman belajar menuju cita-cita besar untuk Indonesia.”

 

Reporter : Den

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini