KABUPATEN BANDUNG Ketikone – Bupati Bandung, Dadang Supriatna memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memperluas kesempatan kerja, mendorong kewirausahaan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Hal tersebut disampaikan bupati yang akrab disapa KDS, saat menutup rangkaian Bandung Bedas Festival 2026 di Thee Matic Mall, Jalan Anyar, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Minggu malam (1/11/2026).
Dalam kegiatan bertema “Festivalnya Pemuda Kabupaten Bandung” tersebut, KDS menegaskan bahwa festival tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang kolaborasi untuk mempertemukan potensi masyarakat dengan berbagai program pembangunan daerah.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah perluasan kesempatan kerja melalui kegiatan job fair. Dalam Bandung Bedas Festival 2026, tersedia sekitar 600 lowongan pekerjaan. Namun, jumlah pendaftar hampir mencapai 1.000 orang, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pekerjaan.
“Kamari teh kirang langkung disayogikeun 600 lowongan, tapi nu daptar hampir rebuan. Tepuk tangan kanggo warga masyarakat,” ujar KDS.
Ia menyebutkan, pada tahun sebelumnya penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bandung mencapai sekitar 11.800 orang. Sementara pada 2026, pemerintah daerah berharap capaian tersebut dapat mendekati 10.000 orang.
“Taun kamari kaserep 11.800, insyaallah taun ayeuna mendekati kana 10.000-an,” katanya.
Menurutnya, upaya memperluas kesempatan kerja perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kewirausahaan. Karena itu, Pemkab Bandung terus mendorong lahirnya pelaku usaha baru sekaligus memperkuat akses permodalan bagi masyarakat.
Salah satunya melalui program pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil, memperoleh pembiayaan yang lebih mudah untuk mengembangkan usahanya.
KDS juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap praktik bank emok dan pinjaman online yang dapat membebani kondisi ekonomi keluarga. Melalui program pembiayaan yang disediakan pemerintah daerah, masyarakat diharapkan memiliki alternatif permodalan yang lebih terjangkau dan bertanggung jawab.
Baca juga : Bupati KDS: Pemkab Bandung Miliki Berbagai Program yang Bisa Dikolaborasikan dengan Syarikat Islam
Di bidang pendidikan, Pemkab Bandung turut menghadirkan program Beasiswa Ti Bupati (BESTI) dan penguatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Kedua program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pemkab Bandung juga menjalankan operasi pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Sementara dalam bidang pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter, Pemkab Bandung mengalokasikan anggaran sekitar Rp109 miliar setiap tahun untuk memberikan insentif kepada 16.000 guru ngaji di seluruh Kabupaten Bandung.
“Mudah-mudahan ieu sadayana program tiasa manfaat, termasuk program memberikan insentif kepada guru ngaji 16.000 sakabupaten Bandung anggaran 109 miliar per tahun,” ungkap KDS.
Ia berharap dukungan tersebut dapat memperkuat peran guru ngaji dalam membentuk generasi penerus yang berkarakter dan berakhlakul karimah.
“Insentif guru ngaji mudah-mudahan tiasa manfaat dina raraga mencetak anak-anak yang berkarakter dan berakhlakul karimah,” tuturnya.
Selain memaparkan berbagai program pembangunan, ia juga mengapresiasi panitia penyelenggara dan KNPI yang telah berkolaborasi menyukseskan Bandung Bedas Festival 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya merupakan salah satu modal penting dalam mendorong kemajuan daerah. KDS berharap festival tersebut dapat terus menjadi ruang bagi pemuda untuk mengembangkan kreativitas, menunjukkan potensi, serta membangun kolaborasi.
Pada malam penutupan, masyarakat juga disuguhi pagelaran wayang golek bersama Ki Dalang Dadan Sunandar. Pertunjukan seni tradisional Sunda tersebut menjadi bagian dari gelar budaya yang menarik perhatian ribuan pengunjung di kawasan Thee Matic Mall.
KDS menyebut, penyelenggaraan wayang golek di kawasan Jalan Anyar Majalaya memiliki nilai historis tersendiri. Sekitar 20 tahun lalu, lokasi tersebut pernah menjadi tempat penyelenggaraan pagelaran wayang golek. Ia berharap kehadiran kembali kesenian tradisional tersebut dapat memberikan hiburan sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya Sunda.
Melalui Bandung Bedas Festival 2026, Pemkab Bandung mendorong agar ruang kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dunia usaha, dan masyarakat terus berkembang. Berbagai program yang dihadirkan diharapkan tidak hanya menjadi agenda pembangunan, tetapi juga memberikan manfaat nyata, mulai dari terbukanya kesempatan kerja, tumbuhnya usaha masyarakat, meningkatnya akses pendidikan, hingga terbentuknya generasi yang berkualitas dan berkarakter.
Reporter : Den




