Tasikmalaya Ketikone – Keluarga besar korban yang berdomisili di Tasikmalaya melontarkan kritik keras terhadap dugaan perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan oleh sopir Travel Safamarwa. Mereka menilai tindakan menurunkan penumpang di tepi jalan saat hujan merupakan bentuk pelayanan yang mengabaikan keselamatan dan rasa kemanusiaan.
Menurut keterangan keluarga, korban yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Sungai Penuh diduga diturunkan di kawasan Jembatan Rawang, Kota Jambi, dalam kondisi hujan deras. Padahal, keluarga telah meminta agar korban diturunkan di tempat yang aman atau menunggu hingga dijemput oleh pihak keluarga. Namun, permintaan tersebut diduga tidak dipenuhi.
“Kami sangat kecewa. Penumpang bukan barang yang bisa diturunkan begitu saja di pinggir jalan. Keselamatan dan keamanan penumpang seharusnya menjadi tanggung jawab penyedia jasa transportasi,” tegas perwakilan keluarga.
Baca juga:Wabup Asep Sopari Sentil Dinas Teknis: Jangan Bungkam Soal Sekolah Rusak!
Keluarga menilai, apabila informasi tersebut benar, tindakan itu mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan transportasi umum. Mereka mendesak manajemen Travel Safamarwa untuk tidak menutup mata, segera memberikan penjelasan kepada publik, mengevaluasi sopir yang bertugas, serta bertanggung jawab apabila terbukti terjadi kelalaian.
Selain itu, keluarga meminta instansi terkait ikut melakukan pengawasan terhadap pelayanan perusahaan transportasi agar hak-hak penumpang benar-benar terlindungi.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini menimpa penumpang lain. Jangan sampai keselamatan manusia dikalahkan oleh alasan operasional. Nyawa dan keamanan penumpang harus menjadi prioritas utama,” pungkas keluarga.
Hingga berita ini ditulis, pihak Travel Safamarwa belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas dugaan tersebut.
Hubungi keluarga Korban Firman Tabayo, Ketua Umum Cakra Bhakti Negeri: Hp.0822-5000-3281




