Beranda Birokrasi Viral Ucapan Tak Pantas, PPPK RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Pilih Mundur

Viral Ucapan Tak Pantas, PPPK RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Pilih Mundur

31
0

Tasikmalaya Ketikone – Polemik terkait ucapan tak pantas yang viral di media sosial akhirnya berbuntut pada pengunduran diri NZ, seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Setelah sebelumnya menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan menjalani pemeriksaan internal, NZ resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada pihak RSUD dr Soekardjo pada Kamis 6 Agustus 2026.

Direktur RSUD dr Soekardjo, dr. Budi Tirmadi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat pengunduran diri tersebut. Menurutnya, NZ mengajukan pengunduran diri dengan alasan kesehatan dan proses administrasinya akan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga:Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya, Bupati Cecep Paparkan Capaian dan 13 Program Prioritas Pembangunan

“Hari ini yang bersangkutan sudah mengajukan surat pengunduran diri dengan alasan kesehatan. Rumah sakit juga akan menyampaikan surat tersebut kepada Kepala BKPSDM,” ujar dr. Budi.

Di tengah ramainya pemberitaan, dr. Budi juga meluruskan informasi yang beredar mengenai status pekerjaan NZ. Ia menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan tenaga kesehatan.

“NZ bukan tenaga kesehatan, bukan dokter maupun perawat. Yang bersangkutan merupakan staf administrasi dengan status PPPK paruh waktu,” tegasnya.

Baca juga:Wabup Asep Sopari Sentil Dinas Teknis: Jangan Bungkam Soal Sekolah Rusak!

Kasus tersebut menyita perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan, termasuk dari Gubernur Jawa Barat, . Diketahui, NZ juga merupakan anak dari salah seorang anggota DPRD Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, sebelumnya telah mendatangi RSUD dr Soekardjo guna memastikan penanganan kasus dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Ada sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku, mekanismenya sedang berjalan. Yang bersangkutan juga mendapat sanksi sosial dari masyarakat,” ujar Viman.

Baca juga:Diky Candra Apresiasi Komeng dan Lola, Gerakan Pangan Murah Ringankan Beban Warga

Viman turut mengingatkan seluruh aparatur pemerintah, termasuk pegawai di lingkungan pelayanan kesehatan, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari, juga di instansi mana pun,” tambahnya.

Seperti diketahui, unggahan berisi kata-kata yang diduga dilontarkan NZ sebelumnya viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari warganet. Peristiwa tersebut bahkan mendapat perhatian Menteri Kesehatan RI, .

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh aparatur sipil negara untuk menjaga etika, profesionalisme, dan kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, mengingat setiap unggahan dapat berdampak pada kepercayaan publik terhadap institusi tempat mereka bekerja.

Rsporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini