Beranda Hukum & Politik Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dapil 2 Hadiri Musrenbang Kecamatan Katapang

Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dapil 2 Hadiri Musrenbang Kecamatan Katapang

90
0

Kab.Bandung Ketikone – Delapan Anggota DPRD Kabupaten Bandung hadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk RKPD tahun 2027, dilaksanakan di Aula Kecamatan Katapang Kamis (12/2/2026).

Kedelapan anggota DPRD Kabupaten Bandung yang hadir tersebut antara lain : 1. H Aep Dedi dari Fraksi Gerindra, 2. H. Krisna Alamsah dari Fraksi PKB, 3. H. Tedi Supriadi dari Fraksi PAN, 4.H. Anton Ahmad Fauzi dari Fraksi Demokrat, 5.H. Dadang Suryana dari Fraksi PKS, 6. H. Iyep Jamaludin dari Fraksi Golkar dan 7. Hj. Aas Aisyah dari Fraksi Nasdem turut hadir Ketua Musrenbang Kabupaten Bandung H. Marlan Camat Katapang Rahmat, para kepala desa dan undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Camat Katapang Rahmat Hidayat mengatakan, ucapkan terimakasih atas kehadiran para anggota dewan dan ketua tim musrenbang Kabupaten Bandung yang telah menyempatkan diri untuk ikuti musyawarah perencanaan pembangunan untuk wilayah Kecamatan Margaasih.

Baca juga : Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dari Dapil 2 Hadiri Musrenbang Kecamatan Margahayu

Dasar Musrenbang ini dilaksanakan berdasarkan ketentuan pedoman Perundang – undangan yaitu, 1. Undang – Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, 2. Undang – Undang Nomor 23 tahun 2014, tentang pemerintahan daerah, 3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 tahun 2014, tentang pedoman pembangunan desa, 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017, tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah.

Maksud dan tujuan kegiatan Musrenbang untuk menyelaraskan usulan desa dengan prioritas pembangunan daerah menampung aspirasi masyarakat secara partisipatif serta menetapkan prioritas program dan kegiatan pembangunan di tingkat kecamatan, yang bertujuan bahwa program prioritas khususnya pada sektor insfratruktur, kesehatan dan pendidikan serta yang lain – lainnya dapat direncakan secara efektif sesuai dengan kebutuhan di masyarakat.

Selanjutnya perwakilan dari Anggota DPRD Kabupaten Bandung, yang diwakili oleh, H. Aep Dedi dari Fraksi Gerindra mengatakan, dalam Musrenbang kali ini dalam suasana yang berbeda, disetiap regulasi yang ada, dulu sewaktu saya masih aktif di desa Musrenbang ini betul – betul suatu kekuatan yang luar biasa. Tapi hari ini tentu saja ada hal – hal yang berbeda, harapan kami dalam hal ini para anggota dewan bukan hanya seremonial, ada hal – hal yang perlu disampaikan untuk semua yang hadir terutama buat para kepala desa.

Berkaitan dengan anggaran, disini kenapa anggaran disetiap kecamatan rata – rata menurun 40%, disini saya akan coba menjelaskan, termasuk TKD Kabupaten Bandung hampir 1 triliun (bahasanya dipotong), tetapi kami para anggota dewan harus mensosialisasikan dimana, arti disini bukan pemotongan bahkan pak bupati sering mensosialisasikan dimana disini pengalihan cara membangun Negara Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Salah satu contoh, TKAD kita 1 triliun tetapi Dana Pusat ke Kabupaten Bandung dari MBG saja hampir 5 triliun itu masuk 1 tahun, jadi untuk program stunting, program membangun itu oleh Pemerintah Pusat, berbagai hal yang dikeluarkan Program Pemerintah Pusat itu untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Jika menuju Indonesia Emas sumber daya manusia tidak dibenahi hari ini, maka kalau tidak dibenahi dari sekarang untuk menuju Indonesia Emas tersebut tidak akan terjadi, mulai dari aqiu, gizi anak – anak dan lain sebagainya ini harus dilakukan melalui program pemerintah.

Dan ini pengalihan tersebut, dari MBG 5 triliun, belum dari sekolah rakyat, dimana di Kabupaten Bandung sekolah rakyat sudah dimulai termasuk yang ada di Jalak Harupat, ternyata untuk pengentasan kemiskinan itu tidak dibarengi dengan pendidikan malah keenakan (mohon maaf/ karena setiap bulan selalu diber), hal ini kalau kita selidiki ternyata tidak menuntaskan kemiskinan, karena yang mereka dapat bantuan tidak mau merubah, maka dari situlah mereka yang betul – betul tidak mampu pemerintah menyekolahkannya.

Program lainnya adalah Koperasi Desa Merah Putih, dimana program ini untuk memajukan perekonomian yang ada di masyarakat, dimana tujuan tiada lain adalah agar pereekonomian dari tingkat atas sampai tingkat bawah bisa merata, salah satu contoh pertanian yang ada diwilayah kita bisa masuk ke MBG, hal itu tentunya bisa menguntungkan para petani baik secara harga dengan mengurangi ongkos kirim, karena diwilayahnya ada MBG.

Sementara itu Bupati Bandung yang dibacakan oleh Ketua Tim/Kepala Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah) H. Marlan mengatakan, ucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi – tingginya atas kehadiran dalam mengikuti Musrenbang, dimana ini mencerminkan partisipati aktif serta komitmen bersama dalam mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang lebih Bedas.

Bahwa Musrenbang kecamatan ini merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan secara partisipatif (melibatkan steakholder), yang muncul dari masyarakat, forum ini untuk menghimpun, membahas dan menyepakati usulan dari tingkat desa/kelurahan sekaligus memastikan keselarasan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat.

Dalam Musrenbang ini jangan sampai dimaknai sebagai rutinitas tahunan belaka, tetapi Musrenbang ini harus benar – benar sebagai jalan kedepan yang membuat arah prioritas dan langkah nyata pembangunan daerah.

Dimana bahwa setiap usulan yang disampaikan harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan selaras dengan visi besar pembangunan Kabupaten Bandung.

Dalam kontek tersebut seluruh perencanaan tahun 2027, wajib berpedoman pada visi pembangunan Kabupaten Bandung dalam RPJMD tahun 2025 – 2029, yaitu terwujudnya “Kabupaten Bandung Lebih Bedas, Maju dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas.

 

Reporter : Den

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini