
Kota Tasik Ketikone – Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan secara resmi membuka Priangan Bamboo Festival yang digelar di halaman Pusat Promosi dan Informasi Kreatif (PPIK) Kota Tasikmalaya, Jum’at 12 Desember 2025.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra turut mendampingi Wali Kota dalam prosesi pembukaan festival yang diikuti oleh berbagai daerah di wilayah Priangan.
Festival bambu tingkat Priangan ini menjadi ajang strategis untuk menampilkan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi ekonomi berbasis bambu yang selama ini telah menjadi identitas masyarakat Tasikmalaya dan wilayah sekitarnya. Beragam produk kerajinan bambu, pertunjukan seni tradisional, hingga pameran inovasi olahan bambu dipamerkan kepada masyarakat luas.
Baca juga:Akhiri Rangkaian Pasar Murah, Pemkot Tasikmalaya Mantapkan Ketahanan Pangan Warga
Dalam sambutannya, Wali Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa bambu bukan sekadar bahan baku kerajinan, melainkan memiliki nilai filosofis, ekologis, dan ekonomi yang besar. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candra Negara menekankan pentingnya pelestarian bambu sebagai warisan budaya Priangan. Menurutnya, bambu memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, mulai dari seni, arsitektur tradisional, hingga penguatan ekonomi masyarakat kecil.
“Bambu adalah identitas kita. Dari bambu lahir seni, budaya, sekaligus penghidupan masyarakat. Festival ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga upaya nyata untuk mengangkat nilai ekonomi bambu agar semakin dikenal luas,” ujar Diky Candra.
Baca juga:Wabup Asep Sopari Ungkap Langkah Konkret Cegah Bencana di Tasikmalaya
Priangan Bamboo Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pelaku UMKM, seniman, pengrajin, komunitas kreatif, serta pemerintah daerah dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah Priangan. Diharapkan kegiatan ini mampu membuka peluang pasar baru serta meningkatkan kesejahteraan para pengrajin bambu.
Dengan digelarnya festival ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap bambu tidak hanya dipandang sebagai komoditas tradisional, tetapi juga sebagai produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi dan berkelanjutan di masa depan.
Reporter:Dit



