Beranda Birokrasi Kota Tasik Menuju Kota Batik Berkelas Dunia, Malaysia Siap Berkolaborasi

Kota Tasik Menuju Kota Batik Berkelas Dunia, Malaysia Siap Berkolaborasi

17
0

Kota Tasik Ketikone – Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menjajaki kerja sama penelitian pengembangan batik berbasis material ramah lingkungan.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri batik yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Tasikmalaya, H. Viman Alfarizi Ramadhan, ST., MBA, saat menerima kunjungan delegasi UiTM Malaysia di Gedung PPIK, Jalan Letjen Mashudi, Selasa 21 juli 2026.

Baca juga:Wali Kota Viman dan Menteri Koperasi Matangkan Harkopnas ke-79 di Tasikmalaya

Menurut Viman, penelitian yang dilakukan berfokus pada penggunaan bahan baku batik yang berkelanjutan, mulai dari kain hingga pewarna alami yang lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan bahan sintetis.

“Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama UPI melakukan penelitian dengan Universiti Teknologi MARA Malaysia mengenai batik yang menggunakan material berkelanjutan. Mulai dari pewarna hingga kainnya menggunakan bahan yang ramah lingkungan,” ujar Viman.

Ia menegaskan, pengembangan batik tidak hanya dilihat sebagai upaya menjaga sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai sektor yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan industri kreatif dan ekonomi daerah.

Baca juga:Wawali Diky Candra Apresiasi Workshop Peningkatan Kompetensi Guru PAUD Inisiasi H. Ferdiansyah

Selain membahas riset batik, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Tasikmalaya dan Malaysia, termasuk di bidang ekonomi serta rencana menjalin hubungan sister city dengan salah satu kota di Malaysia.

“Kami banyak berdiskusi mengenai peluang kolaborasi ekonomi dan kemungkinan Kota Tasikmalaya menjadi sister city dengan salah satu kota di Malaysia. Ini menjadi langkah awal yang sangat baik untuk memperluas kerja sama internasional,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Badrul Isa, menjelaskan bahwa Tasikmalaya dipilih karena memiliki kekayaan budaya batik yang masih terjaga serta potensi besar dalam pengembangan industri batik berkelanjutan.

Baca juga:Bupati Cecep Bertaruh pada Kualitas Birokrasi, Penunjukan Kurniawan Dinilai Langkah Strategis

Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki identitas batik yang kuat, didukung oleh para perajin yang masih aktif mempertahankan teknik tradisional. Kondisi tersebut dinilai sangat sesuai dengan fokus penelitian UiTM mengenai inovasi batik berbasis bahan alami dan ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir inovasi baru dalam industri batik yang tidak hanya mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan hubungan antara Indonesia dan Malaysia.

Reporter: Dit

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini