Kab.Bandung Ketikone – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Katapang tahun 2025 untuk RKPD tahun 2026, yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung (27/2/2025).
Ke delapan anggota dewan tersebut diantaranya, H. Aep Dedi, Partai Gerindra, H. Krisna Alamsah, Partai PKB, H. Tedi Supriadi, Partai PAN, H. Dadang Suryana Partai PKS, H. Iyep Jamaludin, Partai Golkar, Hj. Aas Aisyah, Partai Nasdem, H. Anton Ahmad Fauzi, Partai Demokrat dan Angie Natesha Goenadi, Partai PDI P.
Dalam kesempatan tersebut Camat Katapang, Rahmat Hidayat mengatakan, acara ini dalam rangka melaksanakan kegiatan yang sangat penting dalam pembangunan diwilayah Kabupaten Bandung, yaitu dalam melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Katapang untuk RKPD tahun 2026.
Perlu juga diketahui Kecamatan Katapang terdiri dari 7 desa dengan jumlah penduduk sekitar 134.793 jiwa, sebelum melaksanakan Musrenbang ini tentunya telah melaksanakan Musdus, Musdes lalu sekarang yang kita lakukan sekarang Musrenbang.
Dalam Musrenbang yang dilaksanakan Katapang ada sekitar 190 usulan masyarakat yang masuk, tentunya dalam hal ini tidak semua usulan bisa masuk (terkaper,), untuk itu saya berharap baik pada para anggota dewan yang hadir bisa berupaya dan merealisasikan usulan masyarakat yang masuk atau dari yang lainnya sehingga apa yang direncanakan untuk pembangunan diwilayah Kecamatan Katapang bisa terwujud.
Selanjutnya perwakilan anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Dapil 2, yang diwakili oleh H. Aep Dedi dari Partai Gerindra mengatakan, Alhamdulilah pada hari ini 8 anggota dewan dari dapil 2 semuanya hadir, dan semua yang ikut dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) jangan bosan, karena ini perintah !, di institusi kita bahwa bentuk partisipasi masyarakat, bentuk pemerintah mengajak membangun melalui Musrenbang.
Sebab fistur APBD kita terdiri dari dari 3 bagian indikator, yang pertama, buten up landing, kedua, teknokratif dan ketiga top Down, perlu juga diketahui untuk buten up landing 30%, teknokratif 40% dan politisnya adalah 30% dan itu postur yang idealnya seperti itu, jadi postur APBD yang tujuh koma sekian triliun di Kabupaten Bandung, itu pisturnya, seperti itu dibadan anggaran (Banggar).
Oleh sebab itu saya menganggap bahwa musrenbang ini sangat penting dan ibu/bapak yang mempunyai kepentingan wajib hadir meskipun pagunya sudah ditentukan, tapi disini jangan lihat pagu, sebab musrenbang hari ini sangat strategis, sebab masuk di RPJMD tahap 2 di pemerintahan baru yaitu “BEDAS Jilid 2” yang sampai dengan saat ini terus dibahas untuk dipercepat.
Dan saya mohon pada semua yang hadir yang tidak sesuai dengan pagu, isu – isu strategis bisa disampaikan pada kami, supaya kami para anggota dewan tahu apa masalahnya ?, “nanti di RPJMD bisa disampaikan isu – isu strategis yang teknokratif seperti apa, dan teknokratif ini yang sudah di RPJMD yang kemarin, untuk RPJMD yang sekarang politis, artinya program – program bupati yang baru, BEDAS Jilid 2.
Untuk itu saya berharap pada yang hadir untuk serius, jangan terpangaruh oleh pagu, silahkan masukan, jadi laporannya ada yang sesuai pagu ada diluar pagu dan isu – isu strategisnya disampaikan, nanti di musrenbang kita bahas, harapan kami seperti itu, bukan hanya seremonial belaka, sebab para anggota dewan yang hadir disini bisa membantu, yang terpenting programnya dulu.
Reporter : Den




