Beranda Ragam Berita BUMDes Marsela Mahardika Fokus Ketahanan Pangan, Kembangkan Hidroponik Melon

BUMDes Marsela Mahardika Fokus Ketahanan Pangan, Kembangkan Hidroponik Melon

39
0

Kab.Bandung Ketikone — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Marcella Maharika terus mengembangkan berbagai kegiatan usaha yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan. Memasuki semester kedua tahun 2026, salah satu program yang menjadi fokus utama adalah pengembangan budidaya melon dengan sistem hidroponik.

Ketua BUMDes Marsela Mahardika, Firman Firdaus, saat dikompirmasi di Kantor, Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu (10/9/2026), mengatakan bahwa pada semester kedua 2026 pihaknya tengah memfokuskan pengembangan hidroponik melon di sejumlah RW. Saat ini, pembangunan dan pengembangan dilakukan di RW 12 dan RW 10.

“Untuk semester kedua tahun 2026, kami memfokuskan kegiatan pada ketahanan pangan, salah satunya melalui budidaya melon hidroponik. Saat ini kami mengembangkan lokasi baru di RW 12 dan RW 10,” ujar Firman.

Menurutnya, program hidroponik melon yang sebelumnya telah berjalan juga mulai menunjukkan hasil yang cukup positif. Salah satunya berada di RW 17, yang pada awal Juni lalu mulai melakukan penanaman dan dalam dua pekan terakhir telah melaksanakan panen.

“Untuk yang sebelumnya, khususnya di RW 17, penanamannya dilakukan sekitar awal Juni. Alhamdulillah, sekarang sudah panen dengan hasil kurang lebih 250 kilogram. Dari hasil tersebut, penjualannya mencapai sekitar Rp10 juta,” katanya.

Firman menjelaskan, hasil usaha tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi BUMDes, tetapi juga telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes), kas RW, serta para pengelola yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, dari hasil panen tersebut sudah bisa memberikan kontribusi kurang lebih Rp3 juta untuk PADes dan kas BUMDes. Selain itu, ada juga kontribusi untuk kas RW dan para pengelola. Jadi manfaatnya sudah dirasakan, baik oleh warga lokal maupun desa,” jelasnya.

Ke depan, BUMDes Marsela Mahardika telah menyiapkan target panen dari sejumlah lokasi lainnya. Untuk hidroponik melon di RW 12, panen ditargetkan berlangsung pada awal Oktober 2026. Selanjutnya, lokasi di RW 10 ditargetkan panen pada akhir Oktober atau awal November.

Sementara itu, pengembangan hidroponik di lokasi desa juga akan kembali dilakukan. Penanaman baru direncanakan dalam waktu dekat dan ditargetkan dapat memasuki masa panen pada Desember 2026.

“Untuk RW 12, target panennya awal Oktober. Kemudian RW 10 sekitar akhir Oktober atau awal November. Di lokasi desa juga kemungkinan minggu depan mulai penanaman baru dan ditargetkan panen pada Desember,” ungkapnya.

Selain mengembangkan lokasi baru, BUMDes juga tengah melakukan pembangunan greenhouse (GH) baru di RW 17. Pembangunan tersebut berada di lokasi fasilitas umum dan akan kembali dimanfaatkan untuk budidaya melon hidroponik.

Menurut Firman, antusiasme masyarakat dan pengurus RW menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan program tersebut. Bahkan, pembangunan greenhouse baru di RW 17 dilakukan melalui swadaya masyarakat.

“Warga dan Pak RW setempat cukup antusias. Sekarang di RW 17 sedang dibangun satu greenhouse lagi untuk hidroponik melon. Pembangunannya dilakukan secara swadaya, sama seperti sebelumnya,” ujarnya.

Firman menambahkan, pola pengelolaan program ketahanan pangan BUMDes dilakukan dengan sistem yang berbeda di setiap lokasi. Untuk RW 17, misalnya, BUMDes menerapkan pola kerja sama dengan RW dan masyarakat setempat. Sementara di beberapa lokasi lainnya, pembiayaan dilakukan secara penuh oleh BUMDes.

“Untuk RW 17 sistemnya kerja sama dengan RW dan warga setempat. Ini berbeda dengan beberapa RW lainnya yang pembiayaannya kami tanggung penuh melalui BUMDes,” jelasnya.

Baca juga : Tingkatkan Kesejahteraan Warga, Pemkab Bandung Alokasikan Tambahan 20 Unit Program Rutilahu di Desa Sukamulya

Selain hidroponik melon, BUMDes Marcella Maharika juga masih menjalankan sejumlah program ketahanan pangan lainnya. Di RW 14, kegiatan masih berjalan meskipun hingga saat ini belum memberikan kontribusi terhadap PADes.

“Untuk RW 14 alhamdulillah masih berjalan. Memang secara PADes belum memberikan kontribusi, tetapi untuk para pengelola sudah ada perkembangan yang cukup signifikan,” katanya.

Program peternakan domba di RW 13 juga masih berjalan. Namun, evaluasi diperlukan terhadap usaha peternakan ayam yang berada di RW 2. Kondisi pengelola yang sudah berusia lanjut dan sering mengalami sakit menjadi salah satu pertimbangan untuk melakukan perubahan dalam pengelolaan.

“Khusus peternakan ayam di RW 2, mungkin perlu kami evaluasi karena pengelolanya sudah cukup tua dan sering sakit. Kemungkinan akan ada perubahan pengelola, tetapi untuk lokasinya tetap di sana,” ungkap Firman.

Untuk pengelolaan selanjutnya, BUMDes berencana lebih melibatkan Karang Taruna. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan generasi muda sekaligus menjaga keberlangsungan program usaha desa.

“Kemungkinan perubahan pengelola akan kami tangani langsung dari BUMDes melalui Karang Taruna. Kami ingin lebih memberdayakan Karang Taruna dalam pengelolaan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Sementara untuk sektor perdagangan, khususnya penjualan beras, saat ini belum kembali berjalan. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi persoalan harga yang dinilai cukup sulit untuk dipasarkan kepada masyarakat.

“Untuk beras, sementara ini belum berjalan lagi. Kemarin ada yang menawarkan dengan harga Rp60 ribu per kemasan lima kilogram. Kami cukup kesulitan menjualnya kepada warga karena biasanya harga yang kami ambil maksimal sekitar Rp57.500,” kata Firman.

Di sisi lain, usaha penyaluran gas elpiji menunjukkan perkembangan positif. BUMDes Marsela Maharika saat ini telah memiliki dua DO (delivery order) gas untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Untuk gas, alhamdulillah sekarang kami mendapatkan tambahan satu DO. Jadi saat ini BUMDes memiliki dua DO. Mudah-mudahan ke depannya bisa terus bertambah sehingga dapat lebih mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” pungkas Firman Firdaus.

 

Reporter : Den

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini