Beranda Birokrasi Dari Juanda untuk Indonesia: Bang Aksa, Bocah 5 Tahun Gemparkan Pagelaran Wayang...

Dari Juanda untuk Indonesia: Bang Aksa, Bocah 5 Tahun Gemparkan Pagelaran Wayang Golek

364
0
Poto: Wakil Walikota Tasikmalaya Rd Diky Candra Negara bersama Bang Aksa Dalang cilik asal Tasikmalaya

Kota Tasik Ketikone – Peringatan Hari Wayang Nasional di Kota Tasikmalaya tahun ini menghadirkan sebuah kejutan manis yang menggugah perhatian banyak orang. Bertempat di salah satu kafe bernuansa seni di Jalan Juanda, suasana sore itu berubah menjadi panggung budaya yang hangat ketika seorang bocah berusia lima tahun, Bang Aksa, tampil sebagai dalang cilik. Dengan tubuh mungil namun penuh percaya diri, Bang Aksa berdiri di balik kelir, membawakan cerita wayang golek dengan gaya khasnya yang menggemaskan sekaligus mengesankan.

Meski masih sangat muda, kemampuan Bang Aksa memainkan wayang golek terlihat jauh melampaui usianya. Gerakan tangannya lincah menghidupkan para tokoh wayang; dari suara halus para putri, lantangnya suara ksatria, hingga karakter jenaka para punakawan, semuanya ia bawakan dengan penuh ekspresi.

Para penonton yang hadir tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan, kagum melihat bakat alami yang jarang ditemukan di usia sedini itu. Banyak yang berkomentar, “Ini bukan sekadar penampilan, ini adalah masa depan wayang golek yang sedang tumbuh.”

Acara tersebut dipimpin oleh Cepi Wisesa, selaku ketua pelaksana pagelaran wayang golek. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangganya bisa mempersembahkan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi. Menurutnya, kehadiran Bang Aksa menjadi bukti bahwa seni budaya Sunda masih memiliki tempat di hati anak-anak, asalkan diberikan kesempatan dan panggung untuk tampil.

“Ini adalah bagian dari merawat tradisi. Kalau kita tidak memberi tempat pada talenta-talenta muda seperti Aksa, siapa lagi yang akan melanjutkan warisan budaya kita?” ujarnya.

Suasana semakin meriah ketika Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, hadir langsung untuk menyaksikan pertunjukan itu. Beliau tampak tersenyum bangga dan sesekali mengangguk mengapresiasi kemampuan Bang Aksa.

Wakil Wali Kota Rd Diky Candra Negara menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung upaya pelestarian seni budaya, termasuk wayang golek, sebagai identitas dan kekuatan kultural masyarakat Sunda. Kehadiran dalang cilik seperti Aksa, menurutnya, adalah sinyal positif bahwa generasi penerus masih siap menjaga pusaka budaya leluhur.

Pertunjukan Bang Aksa tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang tua yang hadir. Mereka melihat bahwa kecintaan pada budaya bisa ditanamkan sejak dini. Di sisi lain, para pegiat seni yang hadir juga merasa optimis bahwa masa depan wayang golek tidak akan pudar, selama ada anak-anak seperti Aksa yang berani tampil dan mencintai tradisi. “Ujar Diky Candra. Sabtu malam 15 Nopember 2025.

Acara yang awalnya sederhana di sebuah kafe itu berubah menjadi momentum penting bagi perkembangan dunia pewayangan di Tasikmalaya. Panggung kecil tersebut menjadi saksi lahirnya harapan baru; bahwa seni wayang golek akan terus hidup, bergerak, dan berkembang bersama generasi muda yang penuh semangat. Dan di tengah sorotan lampu, tepuk tangan penonton, serta dukungan para tokoh budaya, Bang Aksa berdiri sebagai simbol bahwa budaya Sunda memiliki masa depan yang cerah, selama kita terus merawat dan memupuknya sejak dini. “Pungkasnya

Reporter:Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini