Kab Tasikmalaya – Ketikone || Kondisi sejumlah lantai keramik di Gedung DPRD dilaporkan mengalami kerusakan di berbagai titik, mulai dari lantai satu hingga lantai tiga. Kerusakan tersebut kini terlihat sedang diperbaiki secara bertahap oleh petugas office boy (OB) yang bertugas di lingkungan gedung.
Langkah tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat. Di satu sisi, petugas office boy tentu memiliki kemauan dan kemampuan untuk membantu menjaga kondisi fasilitas gedung. Namun di sisi lain, pekerjaan perbaikan lantai keramik merupakan pekerjaan teknis yang umumnya membutuhkan keterampilan khusus agar hasilnya memenuhi standar keselamatan, kekuatan, dan estetika bangunan. Rabu,22/07/2026. Kab Tasikmalaya.
Sebagai gedung yang menjadi pusat aktivitas legislatif daerah serta menerima kunjungan masyarakat setiap hari, kualitas pemeliharaan infrastruktur semestinya menjadi perhatian. Perbaikan yang dilakukan secara sederhana dikhawatirkan hanya bersifat sementara dan berpotensi menimbulkan kerusakan kembali apabila tidak ditangani dengan metode yang tepat.
Kondisi ini kemudian memunculkan dugaan di tengah masyarakat, apakah penggunaan tenaga internal merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran atau memang belum tersedia alokasi khusus untuk pekerjaan pemeliharaan gedung. Pertanyaan tersebut tentu memerlukan penjelasan resmi dari pihak sekretariat DPRD agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi.
Dalam perspektif manajemen aset publik, pemeliharaan bangunan pemerintah merupakan investasi untuk menjaga nilai aset negara. Apabila kerusakan kecil ditangani secara profesional sejak awal, biaya yang dikeluarkan biasanya lebih rendah dibandingkan harus melakukan rehabilitasi dalam skala besar akibat keterlambatan penanganan.
Karena itu, keterbukaan informasi mengenai kebijakan pemeliharaan gedung, mekanisme pengadaan jasa perbaikan, serta alasan penggunaan tenaga internal menjadi penting. Transparansi tersebut tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengelola aset daerah secara efektif, efisien, dan akuntabel.
Catatan.
Kasubag Sarana dan Prasarana Tak Terlihat di Lokasi, Pengawasan Perbaikan Keramik DPRD Jadi Sorotan.
Di tengah berlangsungnya perbaikan sejumlah keramik yang rusak di Gedung DPRD, Kasubag Sarana dan Prasarana, Wulan Rachmy, Pratwi, S.STP, tidak tampak berada di lokasi saat proses pekerjaan berlangsung. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan terhadap pekerjaan pemeliharaan gedung.
Apakah pengawasan telah didelegasikan kepada petugas lain sesuai prosedur, atau yang bersangkutan tengah melaksanakan tugas kedinasan lainnya di luar lokasi. Untuk menghindari munculnya berbagai spekulasi, penjelasan dari pihak Sekretariat DPRD diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai sistem pengawasan dan penanggung jawab pekerjaan pemeliharaan aset daerah tersebut. (Janur).
Kontri; Iwan S




