Beranda Birokrasi Camat Kutawaringin Dorong BPD Gajahmekar Bersinergi dengan Pemerintah Desa

Camat Kutawaringin Dorong BPD Gajahmekar Bersinergi dengan Pemerintah Desa

23
0

Kab.Bandung Ketikone – Camat Kutawaringin, Mamet Slamet, mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Gajahmekar, baik anggota periode lama maupun periode baru, untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dengan Pemerintah Desa dalam menjalankan tugas serta fungsi masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Mamet Slamet dalam kegiatan serah terima jabatan BPD Desa Gajahmekar, yang dihadiri Kepala Desa Gajahmekar beserta jajaran perangkat desa, Ketua LPM, perwakilan lembaga desa, bidan desa, panitia pemilihan BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta unsur masyarakat lainnya, di Gor Desa Gajahmekar, Kecamatan Kutawaringin (2/10/2026).

Mamet menyampaikan bahwa anggota BPD Desa Gajahmekar sebelumnya telah dilantik langsung oleh Bupati Bandung pada 31 Agustus 2026. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari proses pergantian kepengurusan BPD setelah berakhirnya masa jabatan periode sebelumnya.

Menurutnya, BPD memiliki kedudukan sebagai mitra sejajar Pemerintah Desa, bukan sebagai bawahan kepala desa. Karena itu, hubungan kerja antara BPD dan pemerintah desa harus dibangun melalui komunikasi, koordinasi, serta saling menghormati sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“BPD adalah mitra sejajar dengan kepala desa, bukan bawahan kepala desa. Karena itu, kami berharap BPD dapat memberikan kontribusi penuh dan membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa,” ujar Mamet.

Ia menjelaskan, terdapat tiga fungsi utama BPD, yakni fungsi legislasi, fungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta fungsi pengawasan.

Dalam fungsi legislasi, BPD bersama kepala desa terlibat dalam pembahasan dan penyusunan berbagai peraturan desa. Sementara dalam fungsi aspirasi, BPD memiliki tugas menampung serta menyampaikan berbagai usulan dan kebutuhan masyarakat, termasuk berkaitan dengan pembangunan dan pemberdayaan.

Sedangkan fungsi pengawasan dilakukan melalui pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan kinerja pemerintah desa.

Mamet berharap ketiga fungsi tersebut dapat dijalankan secara optimal sehingga keberadaan BPD benar-benar memberikan kontribusi terhadap kemajuan Desa Gajahmekar.

“Dengan komunikasi yang baik, BPD bisa memberikan kontribusi dan bersama-sama membawa Desa Gajahmekar ke arah yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, Mamet mengingatkan bahwa salah satu agenda penting yang perlu dipersiapkan BPD bersama Pemerintah Desa adalah pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Di Kecamatan Kutawaringin, terdapat tujuh desa yang dijadwalkan melaksanakan Pilkades pada 2027, sementara empat desa lainnya pada 2029.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi anggaran desa pada 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah desa dan BPD untuk melakukan inovasi agar pelayanan kepada masyarakat dan program pembangunan tetap berjalan.

Baca juga : Kabupaten Bandung Perkuat Pengelolaan Pajak Berbasis Data

“Anggaran desa sekarang jauh berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu diperlukan inovasi dari kepala desa bersama BPD, bagaimana pelayanan tetap baik dan program pembangunan, baik fisik maupun pemberdayaan, tetap dapat dilaksanakan dengan anggaran yang terbatas,” jelasnya.

Mamet menambahkan, keterbatasan anggaran tidak hanya terjadi di tingkat desa, tetapi juga dirasakan oleh kecamatan dan organisasi perangkat daerah (OPD). Oleh sebab itu, diperlukan sinergi dalam menentukan prioritas program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk program penanganan kemiskinan, ketahanan pangan, pemberian makanan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta program Sekolah Rakyat.

Khusus program MBG, Mamet menyebut di Kecamatan Kutawaringin terdapat 21 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari jumlah tersebut, 14 dapur telah beroperasi, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap persiapan dan penyelesaian administrasi maupun kelembagaan.

“Untuk Kutawaringin, sasaran program ini sekitar 35 ribu penerima, baik siswa maupun lansia. Ini tentu menjadi program yang perlu kita dukung bersama,” pungkasnya.

 

Reporter : Den

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini