Beranda Birokrasi Usaha Padel Disorot, DPRD Kota Tasikmalaya Siap Lakukan Pengawasan Dengan Bijak

Usaha Padel Disorot, DPRD Kota Tasikmalaya Siap Lakukan Pengawasan Dengan Bijak

160
0

Kota Tasik Ketikone – Audiensi antara SAPMA PP dan DPRD Kota Tasikmalaya digelar di Ruang Badan Anggaran (Banggar). Pertemuan tersebut menjadi forum diskusi terbuka yang menyoroti perkembangan olahraga padel sekaligus dinamika usaha padel yang belakangan mulai tumbuh di wilayah Kota Tasikmalaya.Rabu Pebruari 2026.

Kehadiran SAPMA PP dalam audiensi ini membawa sejumlah aspirasi dan pandangan terkait fenomena menjamurnya fasilitas olahraga padel. Olahraga yang tergolong baru di Indonesia tersebut kini mulai menarik perhatian masyarakat, khususnya kalangan muda dan komunitas olahraga. Seiring meningkatnya minat publik, berbagai inisiatif usaha pun bermunculan, mulai dari pembangunan lapangan hingga pengelolaan sarana pendukung lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, unsur pimpinan Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Wahid menegaskan bahwa setiap perkembangan sektor usaha, termasuk usaha olahraga dan rekreasi, perlu mendapatkan perhatian serius dari sisi regulasi dan pengawasan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa aktivitas usaha berjalan sesuai ketentuan, tanpa mengabaikan aspek perizinan, tata ruang, maupun dampak sosial di lingkungan sekitar. “Kata Wahid

Baca juga:Ketua HDCI Tasikmalaya Pimpin Aksi Sosial, Ribuan Nasi Bok untuk Buka Puasa

Lanjut Wahid, bahwa lembaga legislatif memiliki tanggung jawab dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai aktivitas yang berkembang di masyarakat. Namun demikian, pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, objektivitas, serta kebijaksanaan agar tidak menghambat pertumbuhan sektor usaha yang berpotensi memberikan dampak positif bagi daerah. “Katanya

Menurut Wahid, kehadiran usaha padel di Kota Tasikmalaya pada dasarnya merupakan bagian dari dinamika ekonomi kreatif dan gaya hidup masyarakat yang terus berkembang. Ia menilai, para pelaku usaha padel umumnya telah berupaya mengikuti prosedur yang berlaku, meskipun di lapangan masih ditemukan sejumlah aspek administratif yang belum sepenuhnya rampung.

“Para pengusaha padel tentu menjalankan prosedur. Walaupun sebagian belum beres, yang penting sambil berjalan, tetapi harus di tempuh prosedurnya,” ujar Wahid.

Baca juga:Ketua AWP Tasik Deni, Ambil Langkah Tegas, Kasus Dugaan Pengancaman Kekerasan Resmi Bergulir di Kepolisian

Pernyataan tersebut mencerminkan adanya ruang toleransi yang tetap berpijak pada koridor hukum. Wahid menekankan bahwa pembenahan administrasi dan kelengkapan perizinan harus tetap menjadi prioritas, sehingga ke depan tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi hukum maupun tata kelola usaha.

Audiensi ini juga menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi antara organisasi kepemudaan, pelaku usaha, serta pemangku kebijakan. Dialog yang berlangsung di Ruang Banggar DPRD Kota Tasikmalaya tersebut diharapkan mampu melahirkan pemahaman bersama mengenai pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan investasi, kepastian hukum, dan ketertiban regulasi.

Selain itu, perkembangan olahraga padel dinilai dapat menjadi peluang baru bagi daerah, baik dari sisi ekonomi, pariwisata olahraga, hingga pembukaan lapangan kerja. Namun, seluruh potensi tersebut perlu dikelola secara tertib agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Melalui audiensi ini, DPRD Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan fungsi pengawasan secara proporsional, sekaligus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, setiap dinamika yang muncul dapat disikapi secara konstruktif, tanpa menimbulkan polemik yang berkepanjangan.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini