Tasikmalaya Ketikone – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, hadir sekaligus secara resmi membuka kegiatan IAT Fast 2026 yang mengusung tema “Revitalisasi Dakwah Kreatif sebagai Media Pembentukan Karakter Islam di Era Digital”. Senin 02 Pebruari 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia akademik dan dakwah dalam merespons tantangan perubahan zaman, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media digital.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya IAT Fast 2026 yang dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Baca juga:Aksi Evaluasi Kinerja Walikota Ricuh, IKA PMII Tasikmalaya Tagih Janji “Terkoneksi Tanpa Spasi”
Menurutnya, era digital menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan serius, terutama dalam pembentukan karakter generasi muda. Oleh karena itu, dakwah Islam harus mampu bertransformasi, tidak hanya berorientasi pada penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga pada penguatan nilai, akhlak, dan karakter Islami yang relevan dengan kehidupan modern.
Rd. Diky Candra Negara menekankan bahwa dakwah kreatif memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran keagamaan yang moderat, inklusif, dan menyejukkan. Pemanfaatan media digital, seperti media sosial dan platform daring lainnya, dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat secara luas, khususnya generasi muda yang kini lebih banyak berinteraksi di ruang digital.
Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan para dai dan kreator dakwah yang mampu menyampaikan pesan Islam secara santun, cerdas, dan inspiratif.
Baca juga:Kuliner Korea Jadi Magnet, Okupansi ASTON Inn Tasikmalaya Melonjak
Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT), Dr. Ade Jaenul Mutaqin, M.Ag, menegaskan bahwa IAT Fast 2026 bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wadah intelektual dan kreatif untuk menjawab tantangan dakwah di era digital. Menurutnya, perubahan pola komunikasi masyarakat menuntut metode dakwah yang lebih adaptif dan inovatif, tanpa meninggalkan substansi nilai-nilai ajaran Islam.
Dr. Ade Jaenul Mutaqin menambahkan bahwa revitalisasi dakwah kreatif merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter Islam yang berlandaskan akhlakul karimah, toleransi, serta semangat kebangsaan. Media digital harus dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana edukasi dan pencerahan, bukan justru menjadi ruang penyebaran informasi yang menyesatkan atau memecah belah umat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mahasiswa dan civitas akademika IAIT memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor dakwah yang mencerdaskan dan mencerahkan masyarakat. Melalui IAT Fast 2026, diharapkan lahir gagasan, karya, serta inovasi dakwah yang mampu mengimbangi derasnya arus konten digital yang kurang mendidik, sekaligus memperkuat identitas keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Baca juga:Keluhan Warga Tak Digubris? DPRD Kota Tasik Sidak Tambang Galian C di Bungursari
Kegiatan IAT Fast 2026 diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat. Selain sebagai ajang pengembangan kapasitas dakwah, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog dan kolaborasi dalam merumuskan strategi dakwah Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan mengusung semangat kreativitas dan inovasi, IAT Fast 2026 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membentuk karakter Islam yang kuat di tengah tantangan era digital.
Reporter: Dit




