Kota Tasik Ketikone – Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambang galian C di Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Senin sore, 26 Januari 2026.
Sidak tersebut dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga sekitar terkait aktivitas penambangan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Dalam kunjungannya, Kepler didampingi oleh pengurus Kecamatan Bungursari serta anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya.
Kepler mengatakan, kehadirannya di lokasi merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik sebagai wakil rakyat. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus ditindaklanjuti secara langsung di lapangan, bukan hanya berdasarkan laporan di atas meja.
Baca juga:Peringati Hari Bakti Imigrasi ke-76, Imigrasi Tasikmalaya Mantapkan Pelayanan Publik
“Warga mengeluhkan aktivitas tambang ini. Sebagai anggota DPRD dari Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Tawang, Cihideung, dan Bungursari, saya memiliki kewajiban untuk hadir dan mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat,” ujar Kepler di sela-sela sidak.
Menurutnya, keluhan warga tidak bisa dianggap sepele, terutama jika menyangkut keselamatan, kenyamanan, serta keberlanjutan lingkungan hidup. Oleh karena itu, ia meminta pihak terkait untuk menindaklanjuti temuan di lapangan, termasuk mengecek perizinan dan dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan sekitar.
Kepler juga menegaskan bahwa kegiatan usaha di wilayah Kota Tasikmalaya harus berjalan sesuai aturan yang berlaku dan tidak merugikan masyarakat. Jika ditemukan pelanggaran, ia mendorong agar pemerintah daerah bersikap tegas.
Baca juga:Bupati Tasik, Cecep: Program Tasik Hejo Bukan Sekadar Tanam Pohon
Sementara itu, kehadiran Satpol PP dalam sidak tersebut bertujuan untuk melakukan pengawasan awal serta memastikan situasi di lapangan tetap kondusif. Hasil sidak ini rencananya akan dibawa ke rapat internal DPRD untuk ditindaklanjuti bersama dinas terkait.
Reporter: Dit




