Beranda Daerah Setengah Abad Lebih Padepokan Padjadjaran, Konsisten Lestarikan Pencak Silat Nusantara

Setengah Abad Lebih Padepokan Padjadjaran, Konsisten Lestarikan Pencak Silat Nusantara

301
0
Poto Aditya: Guru besar Padepokan Padjadjaran Rd Sany Wijaya Nata Kusumah Drs, S.H

Tasikmalaya Ketikone – Padepokan Padjadjaran memperingati Milangkala ke-57 tahun sebagai momentum penting dalam perjalanan panjang pelestarian seni bela diri pencak silat yang sarat nilai sejarah, budaya, dan filosofi kehidupan. Milangkala ini bukan sekadar perayaan usia, melainkan refleksi atas dedikasi para pendahulu dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan di tengah dinamika zaman. Sabtu 31 Januari 2026.

Peringatan Milangkala ke-57 tersebut dipimpin langsung oleh Guru Besar Padepokan Padjadjaran, Rd. H. Sany Wijaya Nata Kusumah, Drs., S.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Padepokan Padjadjaran sejak awal berdiri memiliki komitmen kuat untuk menjadikan pencak silat sebagai media pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai moral dan spiritual. Menurutnya, pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bela diri, tetapi juga tentang adab, etika, dan rasa tanggung jawab terhadap budaya bangsa.

“Pencak silat adalah identitas. Di dalamnya terkandung nilai kesabaran, keberanian, kejujuran, dan persaudaraan. Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka memiliki akar budaya yang kuat,” ungkap Guru Besar Padepokan Padjadjaran.

Baca juga:Arah Pembangunan Tasikmalaya 2027 Dibahas, Bupati Cecep Buka Forum Publik

Milangkala Padepokan Padjadjaran ke-57 tahun ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, serta Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap eksistensi padepokan dan pelestarian seni budaya pencak silat sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Dalam kesempatan tersebut, para pejabat yang hadir menyampaikan apresiasi atas konsistensi Padepokan Padjadjaran dalam membina generasi muda melalui jalur kebudayaan. Padepokan dinilai berperan penting dalam mencetak insan yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga berkarakter kuat, berakhlak, dan memiliki rasa cinta terhadap tradisi leluhur.

Suasana peringatan Milangkala berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Para sesepuh, pendekar, dan anggota padepokan dari berbagai generasi hadir bersama, memperlihatkan kuatnya ikatan persaudaraan yang telah terjalin selama puluhan tahun. Rangkaian kegiatan diisi dengan silaturahmi, doa bersama, serta ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Padepokan Padjadjaran dalam menjaga marwah pencak silat.

Baca juga:Bupati Tasik, Cecep: Program Tasik Hejo Bukan Sekadar Tanam Pohon

Memasuki usia ke-57 tahun, Padepokan Padjadjaran diharapkan semakin kokoh dalam perannya sebagai benteng pelestarian budaya, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar ajarannya. Milangkala ini menjadi pengingat bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga atau pertunjukan, melainkan warisan budaya yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi penerus.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini