Beranda Birokrasi Wawali Rd Diky Candra Hadiri Milangkala ke-57 Padepokan Padjadjaran

Wawali Rd Diky Candra Hadiri Milangkala ke-57 Padepokan Padjadjaran

261
0
Poto Aditya: Wakil Walikota Tasikmalaya Rd Diky Candra Negara bersalaman Guru besar Padepokan Padjadjaran Rd Sany Wijaya Nata Kusumah Drs, S.H

Tasikmalaya Ketikone – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candra Negara, menghadiri acara Milangkala Hari Jadi Pesantren Padepokan Padjadjaran ke-57 yang berlangsung khidmat, sarat nilai budaya, serta penuh nuansa spiritual. Acara tersebut menjadi momentum penting dalam meneguhkan peran pesantren dan paguron sebagai pusat pelestarian budaya leluhur dan pembentukan karakter generasi bangsa. Sabtu 31 Januari 2026.

Kedatangan Wakil Wali Kota Tasikmalaya disambut langsung oleh Guru Besar Paguron Padjadjaran, Rd H. Sani Wijaya Nata Kusumah, Drs., S.H., bersama para sesepuh, tokoh adat, tokoh agama, serta keluarga besar Paguron Padjadjaran. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan eratnya hubungan antara pemerintah daerah dengan lembaga adat dan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Milangkala ke-57 ini tidak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan panjang Pesantren Padepokan Padjadjaran dalam menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai budaya Sunda, khususnya melalui seni bela diri pencak silat, pendidikan karakter, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Selama lebih dari lima dekade, Paguron Padjadjaran dikenal konsisten melahirkan generasi yang berdisiplin, berakhlak, serta memiliki kecintaan terhadap budaya lokal.

Baca juga: Peringati Hari Bakti Imigrasi ke-76, Imigrasi Tasikmalaya Mantapkan Pelayanan Publik

Wakil Wali Kota Rd Diky Candra Negara menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh keluarga besar Pesantren Padepokan Padjadjaran atas dedikasi dan komitmennya dalam melestarikan budaya leluhur. Menurutnya, keberadaan padepokan dan paguron tradisional memiliki peran strategis dalam menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi.

“Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga fondasi masa depan. Apa yang dilakukan oleh Pesantren Padepokan Padjadjaran selama 57 tahun ini adalah bentuk nyata menjaga identitas, karakter, dan nilai luhur bangsa. Saya berharap budaya ini terus dipertahankan, dirawat, dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Diky Candra.

Lebih lanjut, Wawali menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian budaya daerah, termasuk pengembangan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui secara nasional maupun internasional. Ia juga mendorong agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya melalui seremoni, tetapi mampu mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:Bupati Tasik, Cecep: Program Tasik Hejo Bukan Sekadar Tanam Pohon

Sementara itu, Guru Besar Paguron Padjadjaran, Rd H. Sani Wijaya Nata Kusumah, Drs., S.H., di wakili Sekjen Pipin Aripin menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya serta perhatian pemerintah daerah terhadap eksistensi padepokan dan pesantren budaya. Ia menegaskan bahwa Paguron Padjadjaran akan terus berkomitmen menjaga amanah leluhur, mendidik generasi penerus agar tetap berpegang pada nilai-nilai budaya, moral, dan spiritual.

Rangkaian acara milangkala ke-57 ini diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya doa bersama, prosesi adat, serta pertunjukan seni budaya dan atraksi pencak silat khas Paguron Padjadjaran. Setiap penampilan mengandung makna filosofis yang mencerminkan keseimbangan antara kekuatan fisik, ketajaman spiritual, serta kearifan budi pekerti.

Melalui peringatan milangkala ini, Pesantren Padepokan Padjadjaran menegaskan eksistensinya sebagai benteng budaya dan pusat pendidikan karakter, sekaligus menjadi ruang dialog antara tradisi dan perkembangan zaman. Diharapkan, semangat pelestarian budaya yang diwariskan para leluhur dapat terus hidup dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan karakter masyarakat, khususnya di Kota Tasikmalaya dan Jawa Barat pada umumnya.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini