Beranda Daerah Dampak Dari Sikap Ketua DPRD, Pemda Dikerumuni Puluhan Aksi Demo

Dampak Dari Sikap Ketua DPRD, Pemda Dikerumuni Puluhan Aksi Demo

610
0

Kab Tasikmalaya – Ketikone || Terpantau di lapangan, tepatnya di pintu gerbang utama Pemda, sejumlah aktivis lakukan unjuk rasa tuntut ketua DPRD yang dinilai hilangnya hati nurani atas dilaporkannya seorang aktivis yang melakukan aksi coret – coret berisikan kritik di tembok dinding gedung DPRD Kab Tasikmalaya pada hari (jumat, 9/01/2026).

Mereka menyuarakan bentuk kekecewaan atas sikap Drs. H. Budi Ahdiat, selaku ketua DPRD Kab Tasikmalaya yang dinilai tidak mengedepankan hati nurani dan langkah tabayun dengan dilaporkannya salah seorang aktivis, Rabu, 14/01/2026.

BACA JUGQ;Miris,!!! Coretan Dinding Terpangpang Di Gedung DPRD, Ada apakah,,?? 

Coretan-coretan pada dinding gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang ditulis oleh salah seorang aktivis tersebut adalah benar – benar mewakili keresahan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. DPRD yang seharusnya menjadi simbol harapan dan corong aspirasi masyarakat, kini seolah-olah menjadi godam mengerikan yang siap mengeksekusi siapapun tanpa ampun. Geram mereka dalam menyampaikan orasinya.

BACA JUGA;Ketua DPRD Resmi Laporkan Aksi Coret Coret Dinding

Sekali lagi kami tegaskan, bahwa gerakan ini murni lahir dari hati nurani kami, tak terkontaminasi oleh kepentingan apapun, gerakan ini pula menjadi peringatan keras dan simbol kekecewaan kami bagi DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Kecam dalam orasinya.

Sementara itu, Ketua DPRD Budi Ahdiat hadir bersama wakil dan anggota DPRD lainnya untuk menemui massa. Ia menegaskan bahwa pelaporan terhadap Dadan merupakan hasil kesepakatan seluruh fraksi dalam rapat dewan. Langkah tersebut menurut dirinya sudah benar dan tepat agar kedepannya tidak terulang kembali dan sebagai pelajaran bagi semua pihak jika ingin menyampaikan aspirasi harus dengan cara yang baik sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

BACA JUGA;Aktivis dan Advokat Angkat Bicara, Ketua DPRD Terlalu Tergesa Gesa Laporan Aksi Vandalisme 

Kritik masyarakat tetap diterima, namun mekanisme penyampaian harus melalui jalur resmi. Ia menyebut pelaporan tersebut masih bersifat tentatif dan bisa dibicarakan lebih lanjut melalui dialog. Dalam wawancara terpisah, Budi menekankan bahwa keputusan dewan tidak bisa diambil secara sepihak, melainkan melalui mekanisme kolektif bersama wakil ketua dan fraksi, Ucapnya Budi.

Menurutnya. “Vandalisme itu gini, kita sudah melakukan pelaporan tapi masih tentatif bukan solusi. Cuman ini adalah pembelajaran untuk semua masyarakat bahwa hal ini itu jelek dan tidak boleh ditiru karena ada pidana nya. Jadi semua lapisan masyarakat itu jera terhadap semua aset negara itu harus diselamatkan. Langkah DPRD setelah adanya aksi ini, ada lobbying, debating, ada nego. Bicara soal tuntutan pencabutan laporan itu gampang soal cabut- cabut mah. Biarin saja biar rame,” tutupnya Budi. (Janur).

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini