Kab Tasikmalaya – Ketikone || Miris, coretan dinding kini menjadi saksi atas dugaan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kab tasikmalaya yang dianggap dan dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat.
Bentuk kekecewan tersebut disampaikan oleh Dadan Jaenudin selaku ketua Saung Rakyat, dimana banyaknya aspirasi warga yang hingga kini belum mendapat tindak lanjut secara konkret, DPRD seharusnya berperan aktif sebagai wakil rakyat yang menyerap, memperjuangkan, dan mengawasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah. Berbagai persoalan mendasar seperti infrastruktur desa, pelayanan publik, serta kesejahteraan sosial masih belum menunjukkan perubahan signifikan. Jum’at, 9/01/2026, Jawa Barat.
“Kami melihat banyak keluhan masyarakat yang disampaikan melalui berbagai forum, namun tidak direspons secara serius”, ungkap Dadan.
BACA JUGA;Insiden di SMP Negeri Tasikmalaya Berakhir Damai, Kadisdik Rojab : Sudah Islah
Menurutnya, DPRD kab tasikmalaya terkesan pasif dan lebih mementingkan agenda internal dibandingkan kebutuhan rakyat dan dugaan lemahnya fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja eksekutif, sehingga sejumlah program pembangunan dinilai tidak tepat sasaran. Kondisi tersebut. Sehingga berdampak langsung pada menurunnya kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif daerah.
Ketua Saung Rakyat mendesak DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerjanya serta membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat. Transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada rakyat disebut sebagai kunci utama untuk memulihkan kepercayaan publik.
Kami berharap DPRD bisa kembali ke kiprahnya sebagai wakil rakyat, bukan sekedar simbol kekuasaan. Jika tidak ada perubahan, kami akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat melalui berbagai cara yang konstitusional.(Janur).




