
Kab.Bandung Ketikone – Dalam tiga bulan ini sampah menumpuk, hingga hampir menyamain langut-langit gudang di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang berlokasi di kampung Sekeawi Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.
Kepala Desa Sukamenak, Taufik, SE mengaku penumpukan sampah di TPST yang dibangun tahun 2010 dari bantuan program CSR Bank BJB ini karena kendala mesin yang rusak, dibarengi volume pembuangan sampah Sarimukti KBB yang dikurangi.
“Otomatis siklus pengolahan sampah menurun, sedangkan volume yang datang tetap. Itu yang akhirnya menjadikan akumulasi penumpukan sampah,” tutur Taufik, seusai menghadiri kegiatan reses salah satu anggota DPRD Kabupaten Bandung di Komplek Batuwangi Sukamenak, Rabu (5/11/2025).
Taufik berharap sampah yang ada di TPS itu dipindah ke TPA. Karena yang punya peran itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Ia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan DLH.
“Saya sudah bersurat ke DLH, Pak Kadis sudah merespon beberapa kali. Tapi akhirnya kami mengambil satu langkah bahwa kami mengusulkan opsih, agar dalam pelaksanaan sekali kegiatan itu bisa selesai. Meskipun ditutup atau terbatas pembuangan ke Sarimukti kami sudah melakukan komunikasi dengan kecamatan untuk meminjam lahan. Jadi nanti dari TPST Sukamenak ke TPST Margahayu Tengah dulu, nanti dari Margahayu Tengah ke DLH,” katanya.
Taufik menegaskan, penumpukan sampah bukan berarti tidak berjalan pengelolaannya, tapi karena kendala mesin ruksak dan terbatasnya pembuangan ke TPA. “Pengelolaan berjalan hanya over kapasitas. Sampah yang dikelola itu dari 6 RW yang perharinya 6 ton. Kami Sudah komunikasi dengan DLH dan dijadwalkan hari Selasa ini melakukan opsih,” pungkas Taufik.
Reporter : Den



