Beranda Hukum & Politik Terkait Penistaan Agama Yang Terjadi Di Taman Kopo Indah 5, Legislator H....

Terkait Penistaan Agama Yang Terjadi Di Taman Kopo Indah 5, Legislator H. Dadang Suryana S. Ip, Angkat Bicara

253
0

Kab.Bandung Ketikone – Terkait penistaan agama yang terjadi di Taman Kopo Indah 5, di Kluser Spring Vile 3 No 57, Rt 06/16, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung pada 14 Juni 2025, Anggota DPRD Kabupaten Bandung, yang juga Sekretaris Komisi B, dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Dadang Suryana S. Ip, angkat bicara.

Menurut H. Dadang Suryana saat berada di Kantor Fraksi PKS, Soreang Kabupaten Bandung (16/6/2025), kejadian tersebut sangat di sesalkan oleh masyarakat yang notabene (mayoritas) diwilayah tersebut, yang pertama religius, masyarakat yang beraneka ragam organisasi keagamaannya.

Dimana perlu juga diketahui bahwa Rahayu, kalau dibilang induknya organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Bandung, dimana di Rahayu tersebut untuk Tokoh NU adanya di Rahayu, yaitu Bapak KH. Sofyan Yahya, selain dari pada itu Tokoh Persis pun domisilinya juga di Rahayu, Sekretaris Umum Persis, Ustadz Haris Muslim dan Tokoh Serikat Islam juga ada di Rahayu, yaitu KH. Ohan Burhanudin, jadi kejadian tersebut tentunya sangat di sesalkan masyarakat.

Orang tersebut ( yang menistakan agama) perkiraanya kesal mendengarkan suara spiker baik yang melantunkan azan setiap waktu sholat ataupun pengajian Al’Quran yang dikumandangkan di pengeras suara, ataupun pengajian yang biasa dilakukan karena sudah rutinitas di Desa Rahayu.

Karena menurut H. Dadang Suryana yang juga pernah menduduki menjadi Kepala desa Rahayu 3 periode, dimana seperti telah saya sampaikan diatas tersebut, dimana NU ada, Persis ada dan Serikat Islam pun ada, jadi untuk wilayah Desa Rahayu tersebut Organisasi Islam itu sangat komplit.

Dan kalau boleh dibilang di Rahayu ini tidak ada hari, tidak ada malam artinya dari malam Senin ke malam Senin, dari hari Senin ke hari Senin lagi tidak luput dari pengajian, seperti halnya di Persis ada pengajian pemudi pengajian Persis, ada pemuda pengajian Persis, ada pengajian Persis dan ada juga pengajian Persistri dan lain sebagainya.

Tentunya waktu pengajian tersebut dalam pelaksanaannya beda waktu dan harinya, artinya dalam kurun waktu satu minggu tersebut tidak ada waktu kosong dalam beribadah, begitupun di NU dan Serikat Islam, dimana diwilayah Desa Rahayu di masing – masing pelosok semuanya ada rutinitas pengajian dan semua punya majelis ta’lim.

Jadi kalau diwilayah Desa Rahayu sangat tidak mungkin tidak terdengar suara orang yang mengaji ataupun suara adzan yang dilantunkan baik waktu sholat, bahkan bukan hanya satu masjid saja yang terdengar adzan, sebab suara adzan merupakan seruan untuk waktunya sholat, dan suara adzan ini bukan suara yang dibuat – buat, tapi suatu perkara yang diperintahkan baik dalam Al’Qur’an maupun Al’Sunah untuk memanggil umat Islam untuk melakukan sholat berjamaah, dan memang itu hal yang harus dilakukan oleh umat muslim.

Kemungkinannya, antara Taman Kopo Indah dimana ada lantai , 2 dan 3 beda dengan perkampungan, kemungkinan sewaktu orang Taman Kopo ada diatas di lantai 2 mendengar suara adzan (pengeras suara) atau ustadz sedang dakwah pengajian, mungkin orang yang berada di Taman Kopo tersebut (dihatinya) belum menerima tentang adanya suara – suara keagamaan orang muslim, mungkin juga ketidak tahuan orang tersebut kondisi wilayah rahayu seperti itu, sehingga akumulasi dari itu semua ada kurir yang mengantarkan barang (Kurir) jadi korban, maka terlontarlah kata – kata itu, seperti terlihat di Tik Tok dan Face book.

Jadi saran saya tidak usah ada tindakan apa – apa, karena kita juga harus menyadari bahwa, dimana kita hidup di Negara Republik Indonesia yang menjujung tinggi hukum, adapun ada hal – hal yang tidak berkenan maka dari itu salurkan melalui jalur hukum, sehingga nanti biarkan pemerintah dalam hal ini pihak Kepolisian untuk menangani hal tersebut, cuman dari pihak Kepolisian pun atau pemerintah, saya atas nama dewan memohon ada transparansi kaitan dengan penyelesaian masalah itu.

 

 

 

Reporter : Den

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini