Kab.Bandung Ketikone – Legislator Kabupaten Bandung, Hj. Aas Aisyah, kembali melaksanakan kegiatan reses sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawabnya untuk bertemu langsung dengan masyarakat serta menyerap berbagai aspirasi dari daerah pemilihannya.
Dalam reses terakhir untuk masa persidangan III untuk tahun 2025 – 2026 yang dilaksanakan di gedung serbaguna Kembar Jaya, Jln. Tengah, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih (21/8/2026) tersebut, berbagai aspirasi disampaikan masyarakat, mulai dari persoalan rumah tidak layak huni (rutilahu), infrastruktur, drainase, pendidikan, kesehatan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.
Baca juga : KDS Dorong Potensi Geothermal Kabupaten Bandung Jadi Energi Masa Depan
Hj. Aas Aisyah menegaskan, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah-tengah konstituen. Melalui pertemuan tersebut, anggota dewan dapat mendengarkan secara langsung berbagai persoalan dan kebutuhan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, tugas anggota dewan tidak berhenti pada tahap menampung aspirasi. Aspirasi yang disampaikan masyarakat selanjutnya harus dikawal, diperjuangkan, dan diupayakan agar dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
“Reses ini merupakan tugas kami sebagai anggota dewan untuk bertemu langsung dengan konstituen, mendengarkan aspirasi, menampung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, kemudian mengawal dan memperjuangkannya,” ujar Hj. Aas Aisyah.
Ia berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan pembahasan dan perhatian pemerintah daerah. Dengan demikian, reses tidak hanya menjadi agenda rutin anggota DPRD, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya.
Berbagai persoalan yang muncul, seperti perbaikan infrastruktur, pembangunan dan perbaikan drainase, bantuan rutilahu, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, menjadi bagian dari aspirasi yang akan terus dikawal sesuai mekanisme yang berlaku.
Hj. Aas Aisyah juga mengajak masyarakat untuk terus berkomunikasi dan menyampaikan kebutuhan maupun persoalan yang ada di lingkungannya. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting dalam membantu anggota dewan memahami kondisi di lapangan sekaligus menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga.
Reporter : Den




