Kota Tasik Ketikone – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, kembali menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah berbasis kebutuhan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, forum tahunan tersebut mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Kkmisi IV, Denny Romdoni, yang menilai Musrenbang belum sepenuhnya melibatkan seluruh elemen penting pembangunan, khususnya kalangan pengusaha.
Menurut Denny Romdoni, keterlibatan pelaku usaha dalam Musrenbang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, Kecamatan Kawalu dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas ekonomi yang cukup dinamis. Banyak pengusaha, baik di sektor industri kecil, perdagangan, jasa, hingga usaha menengah, menjalankan aktivitas usahanya di wilayah tersebut dan secara langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Kenapa dalam Musrenbang tidak melibatkan pengusaha? Padahal keberadaan mereka bisa sangat membantu dalam pembangunan wilayah Kecamatan Kawalu. Di sini banyak pengusaha yang memiliki potensi besar,” ujar Denny. Rabu 04 Pebruari 2026.
Baca juga:SADESSA Diluncurkan, Bupati Tasikmalaya Cetak Sarjana Penggerak Desa
Ia menilai, pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada anggaran pemerintah semata. Keterbatasan fiskal menuntut adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Dengan melibatkan pengusaha dalam forum Musrenbang, pemerintah kecamatan dapat menggali masukan terkait kebutuhan infrastruktur pendukung usaha, pengembangan kawasan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Lebih lanjut, Denny menjelaskan bahwa pengusaha bukan hanya berperan sebagai penyumbang dana atau investor, tetapi juga sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman, jejaring, serta kemampuan manajerial. Hal tersebut dinilai penting untuk mendorong pembangunan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Musrenbang ini kan forum perencanaan. Kalau pelaku usaha dilibatkan sejak awal, maka arah pembangunan bisa lebih terukur dan realistis. Pemerintah dan pengusaha bisa duduk bersama, berdiskusi, dan menyelaraskan program,” tambahnya.
Baca juga:Wakil Bupati Tasikmalaya Tegaskan Peran TKPKD Tekan Angka Kemiskinan
Denny juga mengingatkan bahwa keterlibatan dunia usaha sejalan dengan semangat kolaborasi pembangunan yang saat ini terus digaungkan, termasuk konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pelaku usaha. Tanpa kolaborasi tersebut, pembangunan dikhawatirkan berjalan parsial dan kurang optimal.
Ia berharap ke depan pelaksanaan Musrenbang, khususnya di Kecamatan Kawalu, dapat lebih inklusif dan terbuka. Pemerintah kecamatan diharapkan tidak hanya mengundang unsur formal, tetapi juga memberi ruang kepada pengusaha lokal agar turut menyampaikan aspirasi dan gagasan pembangunan.
“Kalau semua unsur dilibatkan, saya yakin pembangunan di Kawalu akan lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Denny.
Baca juga:Aksi Evaluasi Kinerja Walikota Ricuh, IKA PMII Tasikmalaya Tagih Janji “Terkoneksi Tanpa Spasi”
Sebagai wakil rakyat, Denny menegaskan komitmennya untuk terus mendorong agar hasil Musrenbang benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat dan potensi wilayah, sehingga program pembangunan yang dihasilkan tidak hanya tertuang di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan secara konkret di lapangan.
Reporter: Dit




