Kab Tasikmalaya – Ketikone || Puluhan masa aksi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) geruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Mereka menilai, minimnya transparansi DPRD terkait isu yang disoroti mahasiswa dan kerap menghindar audiensi dengan mengganti perwakilan. Kamis ( 22 Januari 2026).Kab Tasikmalaya – Jawa Barat.
BACA JUGA;Miris,!!! Coretan Dinding Terpangpang Di Gedung DPRD, Ada apakah,,??
“Masa aksi sempat memanas dan kecewa, lantaran tak kunjung ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya”.
Dalam aksinya, PMII menyoroti tiga isu utama. yakni, dugaan ketidakjelasan izin jaringan fiber optik, minimnya transparansi proyek MBG, serta pinjaman daerah Rp.230 miliar untuk pembangunan jalan. Ungkap ketua PMII Tasikmalaya Mujib Tasela.
Sementara itu, mahasiswa juga menilai kualitas jalan tidak sebanding dengan besarnya pinjaman yang berpotensi membebani masyarakat. PMII mengancam akan menduduki gedung DPRD jika tuntutan dialog langsung kembali diabaikan, Kecamnya.
BACA JUGA;Resmikan Kantor PPID, Mendagri: Peluang Pasarkan Produk Kerajinan Daerah
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat, menegaskan pinjaman daerah tersebut tidak berbentuk uang tunai, melainkan pekerjaan infrastruktur jalan melalui kontrak dengan perusahaan di bawah BUMN dan proses lelang di tingkat pusat.
Terkait proyek fiber optik, Budi mengaku belum mengetahui detail persoalan dan akan membahasnya lebih lanjut,” katanya.
BACA JUGA;Menggali Jejak Pencak Silat,Kearifan Lokal dari Jawa Barat hingga Sumatra Barat
Budi menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa masyarakat Tasikmalaya tidak menerima dana pinjaman dalam bentuk uang, melainkan manfaat pembangunan jalan.
“Semua proses dari pusat, kita hanya menerima hasil pembangunannya,” pungkasnya.(Janur).




