
Tasikmalaya Ketikone – Beredarnya video dan pemberitaan di media massa mengenai aktifitas pembukaan jalur offroad di wilayah kaki Gunung Cikuray kami atas nama perwakilan masyarakat kota dan kabupaten Tasikmalaya menyayangkan hal tersebut, karena wilayah tersebut meurapakan hulu sungai Ciwulan yang melintas Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya. 15 Juli 2025.
Tentunya hal tersebut akan menyebabkan dampak yang signifikan terhadap kondisi pengairan di kota/Kabupaten Tasikmalaya, baik kebutuhan air berseih maupun kebutuhan air untuk pesawahan dan kolam.
Seperti yang kita ketahui bahwa kerusakan wilayah hulu sungai berdampak pada meningkatnya sedimentasi Sungai Ciwulan, sehingga sedimentasi tersebut dapat menutup saluran-saluran irigasi dan drainase,.
Hal inilah yang menyebabkan banjir di musim hujan. selain itu kerusakan hulu sungai ciwulan telah berdampak pada rusaknya wilayah tangkapan air dan resapan air, sehingga sungai Ciwulan mengalami penurunan debit air yang drastic ketika tidak ada hujan.
Kegiatan pembukaan lahan untuk keperluan offroad ini dilaksanakan di Hutan lindung yang masih utuh diwilayah hulu sungai ciwulan.
Wilayah tersebut juga merupakan habitat merak Hijau dataran Tinggu (Vavo Muticus, Linaeus”) seperti yang kita ketahui bersama bahwa pada bulan juli, merak hijau tersebut pada siklus kawan/musim kawin,
Oleh kerena beberapa kerugian secara aspek lingkungan atas kegiatan offroad tersebut, maka menuntut :
1. Pihak Aparat Penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terhadap pengrusakan hutan tersebut karena diduga telah terjadi pelanggaran hukum.
2. Pihak pemerintah Provinsi Jawa barat dan kementrian kehutanan untuk meninjau dan mengevaluasi tentang perlindungan kawasan yang dilakukan oleh pemerintah.
Demikian Press Release ini kami sampaikan, semoga Bermanfaat.
Kordinator Baresan Incuputu Pangauban Ciwulan Kota/Kabupaten Tasikmalaya
Ally Yapi.



