Kab.Bandung Ketikone – Kepala Desa Sangkanhurip, H. Aan Tirta Gandana, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya Festival Raksa Rupa yang digagas oleh Karang Taruna Desa Sangkanhurip, dilaksanakan di Lapangan Perumahan Teduh Katapang, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang (11/10/2026).
Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam melestarikan, merawat, serta memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
H. Aan Tirta Gandana sapaannya (Kang Bantar) mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan Festival Raksa Rupa tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Karang Taruna Desa Sangkanhurip, Dinas Kebudayaan, para sponsor, hingga rekan-rekan media yang turut berperan dalam menyukseskan sekaligus mempublikasikan kegiatan tersebut.
“Saya merasa bangga dan mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung sehingga acara ini bisa terlaksana, terutama anak-anak Karang Taruna Desa Sangkanhurip. Kami juga berterima kasih kepada Dinas Kebudayaan yang telah memberikan dukungan, serta rekan-rekan media yang membantu memperkenalkan dan membumikan kegiatan ini kepada masyarakat luas,” ujar Aan.
Menurutnya, Festival Raksa Rupa yang untuk pertama kalinya digelar di Desa Sangkanhurip ini merupakan sebuah langkah awal yang patut diapresiasi. Meskipun pelaksanaannya masih perdana dan belum seluruh RW dapat berpartisipasi, ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi untuk penyelenggaraan yang lebih besar pada tahun mendatang.
Ia berharap, pada pelaksanaan berikutnya seluruh RW di Desa Sangkanhurip dapat terlibat aktif, sehingga festival ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, menggali potensi lokal, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Sunda.
“Karena ini merupakan kegiatan pertama, tentu masih ada kekurangan dan belum semua RW bisa mengikuti. Mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan kembali dengan lebih meriah, melibatkan seluruh RW, serta mendapat dukungan yang lebih luas dari berbagai pihak,” ungkapnya.
Aan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Raksa Rupa. Ia berharap, pada pelaksanaan selanjutnya semakin banyak pihak yang berpartisipasi, termasuk perusahaan, pelaku usaha, dan media partner.
Menurutnya, dukungan media memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan publikasi, sehingga Festival Raksa Rupa semakin dikenal masyarakat, tidak hanya di tingkat desa, tetapi juga di tingkat Kabupaten Bandung bahkan lebih luas lagi.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sponsor yang telah mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan tahun depan dukungannya semakin banyak, termasuk dari rekan-rekan media, sehingga Festival Raksa Rupa bisa semakin dikenal dan menjadi kebanggaan bersama,” katanya.
Lebih lanjut, Aan menyambut positif gagasan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung yang mendorong agar Festival Raksa Rupa dapat dikembangkan menjadi agenda budaya tahunan. Ia berharap, ke depan kegiatan tersebut dapat memperoleh pengakuan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah, bahkan berpeluang diusulkan sebagai warisan budaya takbenda sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca juga :
Menurutnya, apabila Festival Raksa Rupa dapat berkembang menjadi agenda tahunan, Desa Sangkanhurip bersama Karang Taruna dan seluruh elemen masyarakat siap mempersiapkan penyelenggaraan berikutnya dengan konsep yang lebih matang, meriah, dan melibatkan lebih banyak peserta.
“Sebagai kepala desa, saya tentu sangat mengapresiasi dan bangga apabila Festival Raksa Rupa ini bisa terus berkembang. Mudah-mudahan ke depan dapat menjadi agenda tahunan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung yang bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sangkanhurip, khususnya Karang Taruna sebagai penggagas kegiatan,” tuturnya.
Terkait filosofi Raksa Rupa, Aan menjelaskan bahwa nama dan konsep kegiatan tersebut pada dasarnya digagas oleh anak-anak Karang Taruna. Ia pun menyarankan agar penjelasan mengenai filosofi secara lebih mendalam dapat disampaikan langsung oleh para penggagasnya.
Namun, dari sudut pandangnya, kata raksa dapat dimaknai sebagai menjaga, merawat, dan ngamumule atau melestarikan, sedangkan rupa dapat dipahami sebagai bentuk atau identitas yang mencerminkan kebudayaan masyarakat.
“Kalau menurut saya, raksa itu berarti menjaga dan merawat, sedangkan rupa merupakan gambaran identitas kita. Budaya adalah bagian dari peradaban yang harus dijaga dan dilestarikan. Intinya, bagaimana kita bersama-sama ngamumule budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” jelasnya.
Ia berharap Festival Raksa Rupa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda untuk mengekspresikan gagasan, mengembangkan potensi seni budaya, sekaligus memperkuat identitas lokal.
Melalui penyelenggaraan festival tersebut, Pemerintah Desa Sangkanhurip berharap semangat gotong royong, kolaborasi, dan kecintaan terhadap budaya dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, Festival Raksa Rupa diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu kegiatan budaya unggulan yang membawa nama Desa Sangkanhurip dan Kabupaten Bandung ke tingkat yang lebih luas.
Reporter : Den




