Beranda Ragam Berita Amarta Greenhouse dan Rumah Maggot Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Circular Economy Mandiri 

Amarta Greenhouse dan Rumah Maggot Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Circular Economy Mandiri 

18
0

Kabupaten Bandung Ketikone – Kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah mendorong RW 16 D’Amerta Resident, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, membentuk Amarta Greenhouse atau Rumah Maggot dan Waste Management.

Dikatakan ketua pelaksana harian Rumah Magot Eko Wardana Pembentukan program tersebut berangkat dari kesadaran para pengurus RW 16 bahwa persoalan sampah dan lingkungan atau ekologis ke depan akan menghadapi berbagai tantangan. Atas dasar itu, pengurus RW 16 bersama beberapa kelompok kecil atau komite di lingkungan RW 16 membentuk sebuah tim yang secara khusus menangani persoalan sampah.

Tim tersebut tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah, tetapi juga menjalankan berbagai kegiatan mulai dari edukasi kepada warga, pendisiplinan para pekerja, hingga mendorong keterlibatan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Terbentuknya Amarta Greenhouse atau Rumah Maggot dan waste management ini berangkat dari kesadaran bahwa isu sampah, lingkungan, atau ekologis ke depan akan menghadapi kendala. Dari situ kami para pengurus RW 16 dan beberapa komite kecil membentuk sebuah tim untuk penanganan sampah,” ujar Eko.

Menurutnya, langkah yang dilakukan dimulai dari memberikan edukasi kepada warga, meningkatkan kedisiplinan para pekerja, serta membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Baca juga : Rapat Paripurna DPRD Tentang Raperda Pornografi, Pemkab Bandung Siap Perkuat Perlindungan Anak

Sejumlah pihak kemudian turut memberikan dukungan terhadap program tersebut. Salah satunya adalah Yayasan Telkom, yang turut menginisiasi edukasi kepada karyawan dan mendukung pembentukan Amarta Greenhouse. Selain itu, terdapat pula dukungan dari Masole.com dan Yayasan Saling Berbagi.

Dukungan tersebut juga diberikan dalam bentuk perhatian terhadap para pekerja yang terlibat dalam pengelolaan sampah. Yayasan Saling Berbagi memberikan bantuan sembako setiap bulan kepada 22 orang pekerja. Dukungan serupa juga diberikan oleh Royal Garden.

“Bantuan tersebut merupakan salah satu bukti bahwa kami mendorong para karyawan mempunyai semangat yang tinggi. Dengan adanya dukungan terhadap mereka, kinerja untuk mengolah sampah menjadi lebih mudah,” ungkapnya.

Dalam proses pengembangan pengelolaan sampah, pengurus RW 16 juga mendapatkan pendampingan dan pembelajaran mengenai pengolahan maggot dari pihak Kecamatan Cinambo. Pengetahuan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam mengembangkan Rumah Maggot di lingkungan Amarta Residence.

Sampah Menjadi Berkah

Keberadaan Rumah Maggot diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Warga diberikan pemahaman bahwa sampah yang selama ini hanya dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang sebenarnya masih memiliki nilai manfaat apabila dilakukan pemilahan dan pengolahan dengan baik.

“Harapan kami dengan dibentuknya Rumah Maggot ini jelas kepada warga. Tadinya sampah hanya dibuang dan akhirnya berakhir di TPA. Sekarang kami sadar bahwa dengan adanya pemilahan, pembentukan Rumah Maggot, kolam bioflok, dan mini pump, sampah itu bisa menjadi berkah,” jelasnya.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi bagian penting dalam mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. Sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi dapat diolah sehingga menghasilkan manfaat baru.

 

Pengelolaan tersebut juga diarahkan pada konsep circular economy, yakni bagaimana suatu barang atau limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat kembali dimanfaatkan dan menghasilkan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

“Dari situ dapat disimpulkan bahwa sampah ini adalah circular economy, yaitu dari sampah menjadi siklus ekonomi yang berkesinambungan,” pungkasnya.

Dengan hadirnya Amarta Greenhouse, Rumah Maggot, serta berbagai fasilitas pendukung pengelolaan lingkungan, RW 16 D’Amerta Resident berupaya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang melibatkan warga, pekerja, pengurus lingkungan, hingga pihak swasta.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bahwa persoalan sampah dapat ditangani secara bersama-sama. Tidak hanya mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga membuka peluang terciptanya manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat.

Kami juga membuka bagi masyarakat diluar D’ Amerta Resident untuk belajar bagaimana mengelola maggot tersebut serta berbagi pengalaman.

 

 

 

Reporter : Yuns

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini