Beranda Ragam Berita “FESTIVAL RAKSA RUPA” Sebuah Event Hasil Cipta Kreatifitas Karang Taruna Desa Sangkanhurip...

“FESTIVAL RAKSA RUPA” Sebuah Event Hasil Cipta Kreatifitas Karang Taruna Desa Sangkanhurip Dalam Upaya Melestarikan Budaya Sunda

15
0

Kabupaten Bandung, Ketikone – Karang Taruna Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, kembali menyiapkan sebuah agenda kreatif dan budaya yang diharapkan mampu menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pelestarian budaya Sunda.

Kegiatan tersebut dikemas dalam Festival Raksa Rupa, yang direncanakan digelar pada 11 Oktober 2026.

Festival Raksa Rupa merupakan agenda tahunan yang digagas Karang Taruna Desa Sangkanhurip dengan mengangkat berbagai bentuk kreativitas seni dan budaya masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai ruang berkumpulnya masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mengembangkan, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Sunda.

Konsep utama Festival Raksa Rupa adalah menghadirkan karya seni replika raksasa yang terinspirasi dari berbagai unsur budaya Sunda.

Karya tersebut dapat mengangkat cerita sejarah, legenda, tokoh, tradisi, kesenian, kearifan lokal maupun berbagai kekayaan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui konsep tersebut, Festival Raksa Rupa diharapkan mampu menjadi media edukasi budaya yang dikemas secara kreatif dan menarik.

Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penciptaan karya, mulai dari mencari ide, melakukan riset mengenai budaya yang diangkat, membuat replika, hingga mempresentasikan makna dan filosofi karya di hadapan masyarakat.

Ketua Karang Taruna Desa Sangkanhurip, Muhammad Erga Yogantara Sudrajat, A.Md.M, mengatakan Festival Raksa Rupa merupakan salah satu upaya Karang Taruna untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam mengembangkan kreativitas.

Menurutnya, budaya Sunda memiliki kekayaan yang sangat besar dan harus terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Festival Raksa Rupa ini kami gagas sebagai wadah kreativitas sekaligus upaya pelestarian budaya Sunda. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengenal budaya dari cerita, tetapi dapat menuangkannya dalam sebuah karya seni yang memiliki nilai sejarah dan filosofi,” Festival ini juga mengusung Tagline “ REMPUG JUKUNG, NGAMUMULE BUDAYA KU RUPA JENG RASA ”, ujar Erga.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan festival tersebut. Karena itu, Karang Taruna Desa Sangkanhurip membuka kesempatan bagi setiap Karang Taruna Unit (Karta Unit) di wilayah Desa Sangkanhurip untuk berpartisipasi.

Setiap Karta Unit diharapkan mengirimkan anggota minimal 10 orang dan maksimal 25 orang dalam satu kelompok.

Sementara untuk setiap Rukun Warga (RW), ditetapkan maksimal mengirimkan satu grup perwakilan.

Ketentuan tersebut, kata Erga, diharapkan dapat memberikan kesempatan yang adil kepada setiap wilayah untuk menunjukkan kreativitasnya.

Selain itu, pembatasan jumlah peserta juga dimaksudkan agar setiap kelompok dapat bekerja secara efektif dalam mempersiapkan karya yang akan ditampilkan.

“Harapan kami setiap RW dapat mengirimkan satu perwakilan terbaiknya. Bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi bagaimana proses berkarya, kebersamaan, gotong royong dan nilai budaya yang terkandung dalam karya tersebut bisa menjadi bagian penting dari festival ini,” katanya.

Lima Rangkaian Kegiatan

Dalam pelaksanaannya, Festival Raksa Rupa akan menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan. Salah satunya adalah Pameran Replika Budaya Raksasa (Raksa Rupa) yang menjadi bagian utama festival.

Setiap kelompok peserta akan menampilkan karya replika raksasa yang mengangkat tema budaya tertentu.

Baca juga : Tangani Banjir, Bupati KDS Sebut Akan Bangun 2 Danau di Tegalluar dan Sukamanah Kabupaten Bandung 

Karya tersebut diharapkan tidak hanya memiliki bentuk yang menarik secara visual, tetapi juga memiliki konsep, cerita dan filosofi yang jelas.

Selain pameran, festival juga akan menggelar Lomba Kreasi Replika Budaya. Dalam lomba ini, kreativitas peserta akan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan, termasuk kemampuan mengolah bahan, konsep desain, keunikan karya, kesesuaian dengan tema serta pesan budaya yang ingin disampaikan.

Kemudian terdapat Presentasi dan Narasi Karya. Setiap kelompok akan diberikan kesempatan menjelaskan karya yang dibuat, termasuk latar belakang pemilihan tema, nilai sejarah, filosofi, legenda atau kearifan lokal yang menjadi sumber inspirasi.

“Jadi kami tidak ingin karya hanya bagus secara bentuk. Kami juga ingin ada cerita dan pesan yang disampaikan.

Ketika masyarakat melihat karya tersebut, mereka bisa mengetahui apa yang ingin disampaikan oleh para peserta,” jelas Erga.

Tidak kalah penting, Festival Raksa Rupa juga akan diramaikan dengan Pameran dan Bazar UMKM. Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil dan menengah diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Desa Sangkanhurip.

Melalui bazar tersebut, masyarakat dan pelaku UMKM dapat memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, kerajinan, produk kreatif hingga berbagai produk lokal lainnya.

Rangkaian kegiatan kemudian akan ditutup dengan Penghargaan dan Apresiasi Karya Terbaik sebagai bentuk penghargaan kepada peserta yang mampu menghasilkan karya dengan kreativitas, konsep, nilai budaya dan penyajian terbaik. ” Dorong Generasi Muda Mencintai Budaya “.

 

” Pihak panitia juga akan menyediakan hadiah total 10 juta rupiah dan satu ekor domba, bagi peserta dengan karya yang terbaik hasil dari penilaian tim juri “.

* Juara pertama uang tunai 5jt +1 ekor domba.

* Juara ke 2 uang tunai 3jt.

* Juara ke 3 uang tunai 2jt.

* Tambah sertifikat dan piala untuk masing-masing juara.

Baca juga : Melalui E-Pokir, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Gelar Sosialisasi Peningkatan Kemandirian Ekonomi Pemuda Berbasis Potensi Lokal

Sementara itu, Kepala Desa Sangkanhurip H. Aan Tirta Gandana, S.Sos., S.H., M.H. menyampaikan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Festival Raksa Rupa yang digagas Karang Taruna Desa Sangkanhurip.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda seperti Festival Raksa Rupa memiliki nilai positif karena dapat menjadi sarana membangun kebersamaan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah.

Ia menilai pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan formal. Diperlukan inovasi dan kreativitas agar budaya dapat terus diterima dan diminati generasi muda.

“Budaya merupakan bagian dari identitas kita. Karena itu harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kami sangat mengapresiasi kreativitas Karang Taruna yang mencoba menghadirkan pelestarian budaya melalui kegiatan yang menarik dan melibatkan masyarakat secara langsung,” ujar Apa Banthar (panggilan akrab kades Sangkanhurip).

Ia berharap Festival Raksa Rupa dapat menjadi agenda yang mampu memperkenalkan potensi Desa Sangkanhurip, baik dari sisi budaya, kreativitas masyarakat maupun sektor ekonomi lokal.

Pemerintah Desa Sangkanhurip, lanjutnya, akan terus mendorong kegiatan kepemudaan yang memiliki manfaat bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah desa, Karang Taruna, tokoh masyarakat, pelaku UMKM dan seluruh elemen masyarakat dinilai penting agar kegiatan dapat berjalan secara maksimal.

“Kami berharap seluruh masyarakat dapat mendukung dan berpartisipasi. Jadikan festival ini sebagai ruang kebersamaan, ruang kreativitas dan ruang untuk menunjukkan bahwa generasi muda Sangkanhurip memiliki potensi yang luar biasa,” tambahnya.

Dengan menggabungkan unsur seni, budaya, kreativitas pemuda dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Festival Raksa Rupa diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan.

Lebih dari itu, festival tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi ikon kegiatan budaya Desa Sangkanhurip yang mampu menarik perhatian masyarakat luas.

Karang Taruna Desa Sangkanhurip juga berharap Festival Raksa Rupa dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong, rasa bangga terhadap budaya lokal dan kepedulian generasi muda terhadap warisan leluhur.

Melalui kreativitas yang dituangkan dalam karya seni, nilai-nilai budaya Sunda diharapkan tetap hidup, berkembang dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang tanpa kehilangan jati dirinya.

 

Reporter : Den

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini