Kab.Bandung Ketikone – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makar Mukti Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui usaha peternakan domba. Saat ini, puluhan domba masih dipelihara sebagai bagian dari pengembangan usaha produktif masyarakat.
Ketua BUMDes Makar Mukti Desa Mekarrahayu H. Awal menyebutkan, awalnya terdapat sekitar 90 ekor domba. Sebanyak 20 ekor telah terjual, terutama untuk kebutuhan masyarakat pada momen Iduladha maupun acara keluarga seperti akikah. Kini masih tersisa sekitar 70 ekor domba.
Peternakan tersebut menerapkan dua pola, yakni pembibitan dan pembesaran. Karena itu, domba yang dipelihara terdiri atas jantan dan betina.
“Sekitar separuh untuk ternak dan separuh untuk pembesaran. Jadi ada yang jantan dan betina,” kata H. Awal di lokasi ternak domba di RW 26 desa setemoat, Minggu, 9 Agustus 2026.
Namun, tambah H. Awal saat ini program peternakan menghadapi kendala selama musim kemarau. Ketersediaan pakan hijauan berkurang sehingga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan domba.
Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, pengelola mulai menggunakan silase sebagai pakan cadangan. Sebagian silase dibeli dari luar dan sebagian lainnya dibuat sendiri. BUMDes juga telah menyiapkan mesin pencacah untuk mendukung proses pembuatan pakan.
Pola pemberian pakan dilakukan dengan memberikan hijauan pada siang hari dan silase pada malam hari.
Dari sisi pengembangbiakan, program tersebut mulai menunjukkan hasil. Saat ini terdapat empat ekor domba betina yang sedang bunting. Sebelumnya, salah satu indukan melahirkan dua anak, terdiri atas satu jantan dan satu betina.
Selain menghasilkan domba untuk dijual, keberadaan peternakan juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Kotoran domba diberikan kepada warga yang membutuhkan untuk pupuk tanaman.
“Kalau masyarakat membutuhkan pupuk, silakan mengambil. Kami sudah menyiapkan karung-karungnya,” katanya.
Peternakan BUMDes Makar Mukti ini berada di atas tanah milik pribadi yang disewa. Pengelolaannya melibatkan masyarakat dari sejumlah RT dan dua wilayah RW, meskipun lokasi kandang berada di wilayah RW lainnya yang berbatasan.
Baca juga : Tangani Banjir, Bupati KDS Sebut Akan Bangun 2 Danau di Tegalluar dan Sukamanah Kabupaten Bandung
Ke depan, BUMDes Makar Mukti berharap usaha ternak domba dapat terus berkembang sekaligus menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Terlebih, wilayah tersebut berada tidak jauh dari sejumlah pesantren dan lingkungan masyarakat yang kerap membutuhkan domba untuk berbagai kegiatan.
“Kalau ada acara khusus di daerah, kami bisa membantu dengan harga yang tidak terlalu tinggi. Walaupun keuntungan kami tidak besar, yang penting bisa membantu masyarakat,” ujarnya.
Program ketahanan pangan BUMDes Makar Mukti saat ini difokuskan pada sektor peternakan domba. Sementara usaha ayam yang berada di lokasi lain dikelola melalui program desa dan bukan bagian dari unit usaha BUMDes.
Pengelola berharap program tersebut terus berjalan dan berkembang sehingga selain memberikan manfaat ekonomi bagi BUMDes, juga mampu memperkuat ketahanan pangan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Reporter : Den




