Kota Tasik Ketikone – Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh apa yang dilakukan hari ini, khususnya dalam dunia pendidikan. Jika pendidikan hanya berfokus pada kecerdasan intelektual tanpa dibarengi etika dan moral, maka arah perjalanan bangsa dikhawatirkan akan berada dalam situasi yang berbahaya.
Sebaliknya, keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pendidikan akhlak diyakini mampu membawa generasi menuju keselamatan, baik di dunia maupun akhirat. Minggu 01 Pebruari 2026
Pesan tersebut setidaknya menjadi spirit yang disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, saat menghadiri acara Reuni IKSANDAH ke-24 yang digelar di Pondok Pesantren Nur Asa’adah, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.
Baca juga:Kuliner Korea Jadi Magnet, Okupansi ASTON Inn Tasikmalaya Melonjak
Dalam kesempatan itu, Diky Candra menegaskan bahwa kepintaran saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan ilmu agama yang mampu menjaga akhlak, etika, dan moral seseorang. Menurutnya, pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mampu membentuk karakter, bukan hanya menghasilkan generasi cerdas secara akademik.
“Orang pintar saja tidak cukup. Harus ada nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang menjadi fondasi agar ilmu yang dimiliki dapat membawa manfaat, bukan justru menimbulkan mudarat,” ujar Diky Candra.
Ia juga mengapresiasi peran pondok pesantren yang selama ini konsisten menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual kepada para santri. Lembaga pendidikan berbasis keagamaan, kata dia, memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berkarakter yang tidak hanya siap menghadapi tantangan zaman, tetapi juga tetap berpegang teguh pada norma dan budaya bangsa.
Baca juga:Arah Pembangunan Tasikmalaya 2027 Dibahas, Bupati Cecep Buka Forum Publik
Melalui momentum reuni tersebut, Diky berharap para alumni dapat terus menjaga tali silaturahmi sekaligus berkontribusi positif di tengah masyarakat. Ia menilai, jaringan alumni pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.
“Ketika ilmu dunia dan ilmu agama berjalan beriringan, insyaallah kita bisa melahirkan generasi yang kuat, berintegritas, dan mampu menjaga masa depan bangsa,” pungkas Diky Candra Negara.
Reporter:Dit




