Kota Tasik Ketikone – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menegaskan bahwa penyandang disabilitas (difabel) memiliki potensi besar dan kemampuan nyata yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Hal tersebut, menurutnya, telah terbukti di tingkat nasional maupun internasional, di mana para difabel diberi kepercayaan untuk mengisi peran-peran strategis di berbagai sektor pekerjaan. Kamis 29 Januari 2026.
Diky Candra mengungkapkan, sedikitnya tiga stasiun televisi nasional telah membuka ruang kerja bagi para difabel di bidang-bidang khusus yang membutuhkan ketelitian, konsistensi, dan keahlian tertentu. Kepercayaan tersebut bukanlah bentuk belas kasihan, melainkan pengakuan atas kompetensi. Bahkan, dalam praktiknya, para pekerja difabel mampu menunjukkan kinerja yang melampaui ekspektasi dan, pada beberapa aspek, dinilai lebih unggul dibandingkan pekerja non-difabel.
Lebih jauh, Diky Candra menyinggung kisah inspiratif putra asli Tasikmalaya yang berhasil mengukir prestasi di Thailand dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Prestasi tersebut, kata dia, menjadi bukti konkret bahwa keterbatasan fisik sama sekali tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi dan bersaing di tingkat global. Dengan rendah hati, Diky Candra bahkan menyatakan bahwa capaian internasional tersebut melampaui prestasi yang dirinya raih sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya, khususnya dalam konteks pencapaian di level dunia.
Baca juga:Arah Pembangunan Tasikmalaya 2027 Dibahas, Bupati Cecep Buka Forum Publik
Menurutnya, kisah-kisah seperti ini seharusnya menjadi cermin sekaligus penyemangat bagi semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat luas, untuk mengubah cara pandang terhadap difabel. Bukan lagi sebagai kelompok yang perlu dikasihani, melainkan sebagai sumber daya manusia yang memiliki keunggulan, ketekunan, dan daya juang luar biasa apabila diberi ruang dan kepercayaan.
Dalam kesempatan yang sama, Diky Candra juga secara terbuka mengakui bahwa fasilitasi dan dukungan Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap penyandang disabilitas masih belum optimal. Ia menegaskan, keterbatasan tersebut bukan disebabkan karena isu difabel tidak menjadi prioritas pembangunan daerah, melainkan karena kondisi anggaran yang masih terbatas serta belum maksimalnya pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penciptaan sumber-sumber PAD baru.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya masih menghadapi berbagai tantangan struktural, termasuk kebutuhan pembangunan di sektor lain yang juga mendesak. Namun demikian, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk bersikap abai terhadap kebutuhan dan hak-hak penyandang disabilitas.
Baca juga:Peringati Hari Bakti Imigrasi ke-76, Imigrasi Tasikmalaya Mantapkan Pelayanan Publik
Diky Candra menegaskan, Pemkot Tasikmalaya terus berikhtiar secara bertahap melalui berbagai program kecil yang telah dan sedang berjalan. Program-program tersebut diarahkan untuk membuka ruang partisipasi, pemberdayaan, serta peningkatan kepercayaan diri bagi difabel, meski dalam skala yang masih terbatas. Ia berharap, seiring dengan membaiknya pengelolaan keuangan daerah dan meningkatnya kapasitas PAD, dukungan terhadap difabel dapat diperluas dan diperkuat secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan adalah pembangunan yang tidak meninggalkan siapa pun di belakang, termasuk penyandang disabilitas. Oleh karena itu, Diky Candra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem yang inklusif, membuka peluang kerja, serta memberikan ruang aktualisasi yang setara bagi difabel agar mereka dapat terus berkontribusi dan berprestasi, baik untuk Kota Tasikmalaya, Indonesia, maupun di tingkat internasional.
Reporter:Dit




