Beranda Birokrasi Insiden Dugaan Kekerasan Wartawan di Sekolah Negeri, Diky Candra: Jangan Cederai Program...

Insiden Dugaan Kekerasan Wartawan di Sekolah Negeri, Diky Candra: Jangan Cederai Program Tasik Pintar

355
0
Poto: Wakil Walikota Tasikmalaya Rd Diky Candra Negara

Kota Tasik Ketikone – Terkait dugaan tindak kekerasan terhadap seorang wartawan yang diduga dilakukan oleh oknum kepala sekolah di lingkungan pendidikan Kota Tasikmalaya, peristiwa tersebut kini menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Insiden yang disebut terjadi di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayah Kecamatan Indihiang itu memunculkan keprihatinan, mengingat lokasi kejadian berada di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai etika, profesionalisme, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Dugaan kekerasan tersebut tidak hanya menimbulkan reaksi dari kalangan jurnalis, tetapi juga memicu respons dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra, menyampaikan pandangannya terkait persoalan tersebut dan menegaskan bahwa setiap permasalahan yang melibatkan kekerasan harus disikapi secara serius dan bertanggung jawab.

Baca juga:IPSI Cup ke-X “Jawara Tasik” Dibuka Langsung Wakil Wali Kota Tasikmalaya

Menurutnya, tidak boleh ada pembiaran terhadap tindakan yang berpotensi melanggar hukum, terlebih jika dilakukan oleh aparatur atau tenaga pendidik yang seharusnya menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

Rd. Diky Candra menekankan bahwa keberadaan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya harus dihormati. Ia menyebutkan bahwa baik wartawan yang telah terverifikasi secara resmi maupun yang belum memiliki kelengkapan administratif tetap memiliki hak untuk diperlakukan secara manusiawi dan beradab. “Tegas Diky

Apabila terdapat perbedaan persepsi, kesalahpahaman, atau dugaan pelanggaran prosedur dalam peliputan, maka penyelesaiannya harus ditempuh melalui jalur yang sesuai dengan aturan, bukan dengan cara-cara kekerasan atau tindakan emosional. “Katanya

Baca juga:Pemkot Tasikmalaya Gelar Doa Bersama dan Penggalangan Dana untuk Aceh

Lebih jauh, Wakil Wali Kota Diky Candra mengingatkan bahwa lingkungan sekolah adalah ruang pendidikan yang semestinya aman, kondusif, dan menjunjung nilai-nilai pembelajaran karakter. Ia menyayangkan apabila insiden seperti ini justru mencoreng citra dunia pendidikan di Kota Tasikmalaya, yang selama ini tengah berupaya meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui berbagai program strategis.

Salah satu program yang disorotnya adalah Tasik Pintar, sebuah program unggulan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, sumber daya manusia, serta membangun karakter generasi muda yang berintegritas.

Menurutnya, persoalan yang melibatkan kekerasan di lingkungan sekolah berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program tersebut apabila tidak ditangani dengan baik dan transparan.

Baca juga:MUI Kota Tasikmalaya Gerakkan Doa Bersama dan Penggalangan Dana Bentuk Solidaritas untuk Korban Bencana Aceh

“Jangan sampai kejadian seperti ini mencederai dunia pendidikan dan mencoreng program Tasik Pintar. Semua pihak harus bertanggung jawab dan menahan diri,” tegas Diky setelah peresmian Kejuaraan Pencak Silat di Gor Dadaha. Senin 29 Desember 2025.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, lanjut Rd. Diky Candra, mendorong agar kasus ini ditelusuri secara objektif dan profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Selain itu, ia juga mengajak seluruh elemen, baik insan pers maupun pihak sekolah, untuk membangun komunikasi yang sehat, saling menghormati peran masing-masing, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah, diharapkan persoalan dugaan kekerasan ini dapat menjadi pembelajaran bersama, sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen menjaga marwah dunia pendidikan dan kebebasan pers di Kota Tasikmalaya.

Reporter:Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini