Kab. Bandung Barat – Ketikone.com // Kreatif Peduli, sebuah lembaga filantropi di bawah Yayasan Anak Kreatif Indonesia, telah meluncurkan program berbagi Al-Qur’an untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an bagi warga di Kabupaten Bandung Barat.
Ketua Yayasan Anak Kreatif, Diki Hidayat mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 53,57% umat Islam di Indonesia tidak bisa membaca Al-Qur’an.

Angka tersebut diperkuat oleh pernyataan Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang menyebutkan bahwa 65% umat Islam Indonesia tidak bisa membaca Al-Qur’an.
“Data dari Kementerian Agama juga menunjukkan bahwa 72,25% umat Islam Indonesia masih buta huruf Al-Qur’an,” ungkap Diki Hidayat (15/8/2025).
Diki Hidayat yang akrab disapa Kang Diki juga mengungkap bahwa Kreatif Peduli yang berisi 2025, berusaha untuk menjadi bagian dari solusi dengan berbagi Al-Qur’an kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Program ini telah membagikan 50 eksemplar Al-Qur’an ke beberapa masjid dan pondok pesantren di Kabupaten Bandung Barat, antara lain: Masjid Al-Jihad, RW 1 Carik Batujajar Barat, Pondok Pesantren Ar-Ridho, Kecamatan Cijenuk, Masjid Al-Mukhlisin, RW 12 Desa Giriasih, dan Masjid Al-Ikhlas, Jalan Raya Batujajar 04 Desa Galanggang,” kata Diki Hidayat yang baru saja menyelesaikan program magisternya.
“Kami berharap bahwa program ini dapat membantu meningkatkan literasi Al-Qur’an di Kabupaten Bandung Barat,” lanjut Diki Hidayat.
Ketua Yayasan Anak Kreatif Indonesia, Diki Hidayat pun juga berharap bahwa masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi ini dengan berbagi Al-Qur’an kepada orang lain.
Kreatif Peduli mengajak masyarakat untuk bergabung dalam program ini dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi Al-Qur’an di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Kreatif Peduli di nomor (081910084968).
“Dengan program ini, Kreatif Peduli berharap dapat membuat perubahan positif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya. Mari bergabung dalam program ini dan menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an di Indonesia,” pungkas Diki Hidayat.
Reporter : Apriawan




