Beranda Birokrasi Guru ASN 5 Hari Belajar Jadi Perbincangan FKDT Tasikmalaya, DPR RI Oleh...

Guru ASN 5 Hari Belajar Jadi Perbincangan FKDT Tasikmalaya, DPR RI Oleh Soleh: Kembalikan Ke Awal

482
0

Tasikmalaya Ketikone – Forum Komunikasi Diniyah Tasikmalaya adakan Rapat Koordinasi (Rakor) Se-Kabupaten Tasikmalaya yang bertempat di salah satu RM di jalan Raya Swaka Tamansari Kota Tasikmalaya, Sabtu 02 Agustus 2025.

Dr H Suyana M.SI menyampaikan, “kegiatan Rakor ini di laksanakan setahun sekali antar PAC se-kabupaten Tasikmalaya, kemudian adapun pembahasan terkait adanya kinerja guru yang mana para guru Diniyah ini harus melaksanakan selama enam hari kerja, beda dengan para guru ASN yang mana mengajarnya hanya dengan waktu selama lima hari kerja, “ujar Suryana

“Kebijakan pemerintah tentang lima hari kerja yang berimplikasi kepada lima hari belajar, sehingga anak-anak harus melaksanakan lima hari belajar dari pagi sampai sore atau jam 7 sampai jam 2, itu adalah bagus tetapi Kebagusan ini tidak di tinjau secara komperhensif mengingat selain dari pada pendidikan formal atau non formal dalam keagamaan, apa pendidikan non formal di antara nya pendidikan madrasah Diniyah, “katanya

Madrasah Diniyah itu belajarnya jam 2, sehingga anak-anak baru pulang jam jam 2 , sementara sekolah Diniyah belajar jam 2, jelas ini mengganggu, jadi tidak ada singkronisasi antara pendidikan formal dan non formal,”katanya

Kemudian bagai mana kalau belajar Diniyah di geser ke jam 4 boleh, tetapi kemudian waktu anak-anak belajar sampai jam 2 berarti ada tambahan 1 jam lima belas menit, Usia anak-anak tidak cocok karna kelelahan sehingga ketika harus belajar pendidikan agama tidak bergairah lagi, “ujar Suryana

Selain itu bagi orang tua jadi beban ekonomi juga merasa sulit, karena mereka memikirkan kan buat uang jajan, berarti beban ekonomi bagai masyarakat “katanya

Lanjut Suryana, “Hari Sabtunya anak-anak kemana dan sulit di kendalikan oleh orang tua, ada yang maen game, HP, keluyuran kemana-mana dan akibatnya juga liburnya hari Sabtu menjadi ingin liburnya di madrasah Diniyah, tadi madrasah sudah terganggu sekarang anak-anak tidak masuk ke Diniyah, inilah beban orang tua bukan ingin menolong anak-anak tetapi justru akan menambah beban bagi kehidupan anak-anak kedepan kalau tidak di perhitungkan secara komperhensif, “katanya

Sekarang bagai mana ASN para guru harus 5 hari, itu sebetulnya bisa di siasati kalau memang ada keinginan bahwa pendidikan itu ingin mengamankan anak-anak dari aspek-aspek yang negatif, “ujar Suryana

Untuk kebijakan lokal terutama di Tasikmalaya mungkin kah ada kebijakan lokal, lanjut Suryana , “Tasikmalaya itu kita Religius dan bagai manapun Tasikmalaya kota pesantren dan itu harus ada kebijakan lokal, sehingga bisa berjalan antara pendidikan formal juga non formal , “Pungkas Suryana

Ditempat yang sama Anggota DPR RI Komisi 1 dari Fraksi PKB , H Oleh Soleh S.H menambahkan, “Hari ini kami melakukan serap aspirasi dari para ajengan terutama mereka yang memiliki lembaga pendidikan Diniyah,RA,TPA,PAUD, salasatu aspirasi kurang kebijakan Gubernur terkait pengurangan hari kerja dari 6 menjadi 5 dan penambahan jam belajar, “katanya

Bagi para Kyai para ajengan hawatir nilai ke agamaan kekuatan rohaninya anak semakin memudar karna kelelahan untuk belajar, sehingga sulit untuk menangkap pelajaran agama, “katanya

Kami sepakat bahwa Jawabarat istimewa dengan memiliki kader yang Bagja Waluya hade tata hade titi, kalau misalkan hade tata hade titi itu otomatis mental dan rohaninya nya harus kuat, sementara pelajaran umum bukan berarti tidak kurang mendidik, tetapi yang paling pokok itu biasanya ada wawasan kebangsaan, nasionalisme, rasa ta’dim itu pelajarannya ada di agama, “katanya

Bagai mana Rohani yang kuat maka tunduk dan patuh dan royal kepada kepemimpinan di berbagai level , ketika ke imanan rapuh juga rohaninya rapuh oleh karna itu kita berharap kembali ke awal, “Pungkas H Oleh Soleh setelah sosialisasi Pilar kebangsaan bersama FKDT

Reporter:Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini