Beranda Birokrasi Uus Supangat: Dinkes Mendukung Program 100 Hari Kerja Viman Diky

Uus Supangat: Dinkes Mendukung Program 100 Hari Kerja Viman Diky

381
0

Kota Tasik Ketikone – Pemerintah kota Tasikmalaya melalui Dinas kesehatan dalam rangka mendorong program 100 hari kerja Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Walikota Rd Diky Candra Negara melakukan program komperhensif pemeriksaan Maternal dan Neonatal bersama dokter spesialis anak dan kandungan ke Poned. Kamis 22 Mei 2025.

Mewakili Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi ramadhan di sampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan dr Uus Supangat menyampaikan, “Hari ini Dinas Kesehatan alhamdulillah sedang menjalankan perbaikan gizi masyarakat, perbaikan gizi untuk bayi balita, stunting dan juga ibu hamil KEK.

Kita di kegiatan ini kerjasama dengan RSUD dr Soekardjo dan Ikatan Dokter spesialis anak serta ikatan dokter spesialis obgyn, yang di laksanakan di Puskesmas Cibeureum kota Tasikmalaya.

Dimana dokter spesialis anak dan dokter spesialis obgyn ini akan selalu turun ke Puskesmas dalam rangka menurunkan percepatan penurunan angka stunting dan ibu hamil KEK.

Lanjut dr Uus, “ini semua untuk mendukung program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang terpenting ini adalah untuk juga mendukung program pusat berkenaan dengan stunting dan yang paling utama adalah untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik lagi.

“Hari ini yang kita berikan adalah pelayanan pemeriksaan dengan dokter spesialis kemudian pemeriksaan USG dan juga sekaligus pendataan untuk anak-anak yang orang tuanya sudah memiliki BPJS tapi anak-anak yang belum kita daftarkan untuk bisa menjadi peserta BPJS” tuturnya.

Sementara di tempat yang sama dr. Ali Firdaus, Dokter Spesialis Anak, menambahkan, “Pentingnya pendekatan jangka panjang dalam penanganan stunting. Dimana program pemerintah kota Tasikmalaya ini tidak hanya untuk menuntaskan, tetapi juga mencegah stunting.

Prosesnya tidak instan, biasanya diawali dengan penurunan berat badan, baru kemudian tinggi badan berkurang, serta bisa disertai keterlambatan bicara, berdiri, berjalan, dan gangguan perkembangan.

“Dinas Kesehatan kini memiliki program penuntasan stunting dengan pemberian susu berkalori tinggi yang dipasok langsung. “Kami juga memiliki tim edukasi terkait tata cara pemberian nutrisi,” Singkat dr Ali Firdaus

Reporter:Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini