Kota Tasik Ketikone – Menjelang idul fitri harga jual daging ayam melonjak sampai di Rp.43.000 /kg sebelum nya harga jual di angka Rp.34.000, dampak adanya harga melonjak kini daging ayam tiren berkeliaran di pasar wilayah kota Tasikmalaya dengan harga minim bahkan hampir sama harganya. Jum,at 28 Maret 2025
Padahal sebelum masuk bulan suci ramadhan daging ayam tiren sudah menyebar di pasar yang ada di Tasikmalaya.
Daging ayam tiren hampir sama dengan daging ayam yang segar
Perbedaannya ayam tiren ayam yang mati sebelum di potong dan tidak baik untuk di konsumsi, ayam tiren dengan ayam yang masih segar bisa dilihat ciri-cirinya dari warna,tekstur,bau juga harga.
Ayam segar: Warna Merah muda atau kekuningan.
Ayam tiren: Pucat, kebiruan, atau kehitaman
Tekstur: Ayam segar,Kenyal dan elastis
Tekstur: Ayam tiren, Lembek, berlendir, dan tidak elastis
Bau: Ayam segar, Segar khas daging ayam
Bau: Ayam tiren, Anyir, menyengat, atau busuk
Harga: Ayam segar, Lebih mahal
Harga : Ayam tiren, Lebih murah
Pihak pemerintah harus melakukan sidak jangan sampai pihak pembeli atau konsumen terutama bagi masyarakat terjebak dengan adanya ayam tiren.
Bahkan yang herannya pihak pemerintah hanya sidak harga ayam saja beberapa waktu lalu, tidak melakukan mengambil sempel ayam untuk di leb sebagai bukti bahwa itu ayam segar atau ayam tiren.
Menurut salasatu warga cihideung menyampaikan, “ea ayam tiren memang sudah menyebar dari tahun sebelumya bahkan bagi pelaku usaha yang licik itu jadi keuntungan besar, dengan harga Rp.5.000 /kg dari penjual tidak tau di jual berapa, “katanya
Di kota Tasikmalaya ada beberapa pemotongan yang melakukan itu, tetapi yang kami tau betul ada dua tempat, “ujar salah satu warga cihideung yang engan di sebutkan namanya. Kamis 27 Maret 2025
Bahkan ada informasi sempat ada yang datang ke lokasi tersebut tapi tidak tau dari mana yang datangnya sehingga pekerjanya merasa kaget tiba-tiba ada yang datang ke lokasi pemotongan informasinya?
Reporter:Dit




