Beranda Birokrasi Plh Walikota Diky Candra,Ingatkan Bahaya Pinjol dan Judol bagi Generasi Muda

Plh Walikota Diky Candra,Ingatkan Bahaya Pinjol dan Judol bagi Generasi Muda

59
0

Kota Tasik Ketikone — Bertempat di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya Plh Wali Kota Rd Diky Candra Negara menghadiri kegiatan Training of Trainer (TOT) Karang Taruna bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membahas bahaya pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) di kalangan generasi muda. Sabtu 23 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Rd Diky Candra Negara menekankan pentingnya edukasi keuangan bagi anak muda agar tidak mudah terjerumus pada gaya hidup instan yang berujung pada persoalan ekonomi dan sosial.

Menurutnya, pinjaman online pada dasarnya dapat dimanfaatkan secara bijak apabila digunakan sesuai kebutuhan dan kemampuan. Namun, yang menjadi persoalan adalah ketika seseorang memaksakan diri untuk meminjam tanpa memperhitungkan kemampuan membayar.

Baca juga:Turun Langsung ke Lapangan, Diky Candra Ajak Warga Jaga Kebersihan Kota

“Pinjol itu sangat berbahaya kalau digunakan secara memaksa. Ketika ingin meminjam, harus benar-benar diperhitungkan terlebih dahulu. Jangan sampai demi gengsi atau keinginan sesaat, malah menambah beban hidup,” ujar Diky Candra

Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membiasakan hidup sederhana dan apa adanya meskipun berada dalam kondisi kebutuhan mendesak. Menurutnya, pola hidup sederhana menjadi salah satu cara terbaik agar tidak mudah tergoda pinjaman instan maupun praktik judi online.

“Kita harus belajar hidup sederhana, apa adanya. Walaupun kebutuhan mendesak, tetap harus berpikir panjang dan jangan mengambil keputusan yang justru merugikan diri sendiri di kemudian hari,” tambah Dia.

Baca juga:Perkuat Ekonomi dan UMKM, Diky Candra Hadiri HUT Bank BJB di Gedung Pakuan

Kegiatan TOT Karang Taruna bersama OJK tersebut diharapkan mampu melahirkan para agen edukasi di lingkungan masyarakat yang dapat memberikan pemahaman tentang literasi keuangan, bahaya judi online, serta risiko pinjaman online ilegal yang saat ini semakin marak menyasar kalangan remaja dan anak muda.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif dalam membangun generasi muda yang cerdas secara finansial, bijak dalam menggunakan teknologi digital, serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.” Pungkasnya.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini