KotaTasik Ketikone – Forum Komunikasi Diniyah Tasikmalaya (FKDT) bersama BKPRMI,PGM, dan jajaran pengurus lembaga madrasah yang ada di Kota Tasikmalaya, datangi kantor DPRD Kota Tasikmalaya lalukan Audensi terkait sekolah Diniyah terancam akan pudar?.Senin 31 juli 2023.
Tuntutan dengan adanya Perpres tahun 2021 dan 2023, juga peraturan daerah (perda) Diniyah di Kota Tasikmalaya tahun 2011.
Asep Rizal ketua PGM mewakili persatuan guru madrasah yang ada di kota Tasikmalaya menyampaikan, “bahwa yang kami lakukan semua berangkat adanya edaran Perpres, tentang masa kerja lima hari, sebetulnya kehawatiran kita ada imbas terjadap kondisi masyarakat khususnya yang ada di kota tasikmalaya mengenai penyelenggara pendidikan madrasah diniyah, karna ada indikasi beberapa sekolah telah melakukan pool day, dari mulai jam 8 sampai jam 3 atau jam 4, nah ini mengganggu anak-anak sekolah untuk belajar di Diniyah, “katanya
Tetapi jawaban dari Sekda pemerintah kota sampai saat ini belum kepikiran untuk melakulan seperti itu, makanya jangan sampai nanti ketika di perlakukan beberapa madrasah yang ada di beberapa RW itu ada dengan tergerus secara perlahan, tasik itu kota madrasah dan kota santri, dan itu harus lita perjuangankan, “kata Asep Rizal
“Kita semua bukan tentang aksi penolakan pool day bukan, tetapi existensi penjabaran adanya dari Perpres, apakah ada merempet pendidikan yang di hawatirkan malah menggangu tatanan pendidikan yang ada di madrasah, tetapi itu harus di evaluasi secara menyeluruh bareng dengan anggota DPRD, “ucap Dia
“Kita perlu mendorong juga Perda pendidikan kemudian perda madrasah di evaluasi secara menyeluruh karna pembentukan perda sudah selesai tetapi komitmen membangun madrasah itu luar biasa hebat, tetapi konsisten penyelengaranya kadang kadang harus kita pegang bersama sama, “katanya
“Kami kira seperti itu jawabannya jelas dari pak sekda, mereka punya politikel yang luar biasa untuk keberadaan terhadap madrasah termasuk komitmen, apa yang di sampaikan oleh kita bersama sama dan madrasah akan terjaga, “pungkas Asep Rizal
Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim SH menyampaikan, “Kami apresiasi kepada keluarga besar Madrasah, Diniyah dengan penyampaian yang luar biasa, tetapi walaupun dengan ada kekesalan ketidak hadirnya PJ Walikota , tetapi ada pak Sekda yang hadir mewakili, “ujar Aslim
Terkait Perda dalam peraturan Walikota, DPRD akan memperjelas dan kami sangat memahami, ada kekawatiran bagi sekolah yang bagai mana ASN harus lima hari kerja, apakah ada waktu untuk Diniyah, “katanya
“Kami akan cari solusi sehingga diniyah tetap punya waktu yang leluasa untuk melakukan pendidikan bagi Diniyah, “kata Aslim
Pertemuan hari ini, mudah-mudahan diniyah tetap exsis kita nunggu pendapat dari pemrintah daerah. “Singkat Aslim dalam penyampaiannya
Sementara Sekertaris Daerah (Sekda) Drs Ivan Dicksan menambahkan, “permohonan maaf Pj Walikota tidak bisa hadir dikarnakan beliau dalam kegiatan yang tidak bisa di wakili, maka kami di tugaskan untuk menampung aspirasi, kita akan sampaikan kepada Pj Walikota,”katanya
“Memang terkait jam kerja itu di ASN untuk pelayanan masyarakat itu di peruntukan enam hari, sedangkan untuk pendidikan belum kita kaji, tetapi kami apresiasi kepada guru madrasah tadi kami sudah bahas dengan pak Pj Walikota, kita belum rencana untuk bagai merubah tentang pendidikan, karna bagai mana berharap pensisikan bukan hanya cwrdas tentang keilmuan tetapi dia harus ke ilmuan yang baik, “katanya
Lanjut Sekda, “Jadi kedua duanya harus berjalan, memang saat ini di kota Tasikmalaya berangkatnya yang sudah berjalan terjaga, karna pendidikan madrasah diberikan langsung dengan masyarakat, “kata Sekda
Terkait aspirasi dengan pendidikan akan kita lanjuti, itu sempat di bahas mudah mudahan dengan adanya dorongan lagi untuk di bahas kembali, karna kita harus ngikuti aturan yang ada di kemendag, “Singkat Sekda Ivan Dicksan
Reporter:Ditya