Kabupaten Bandung Ketikone – Dalam upaya melestarikan dan memperkenalkan kekayaan seni serta budaya Sunda kepada masyarakat, Karang Taruna Keluarga 7 akan menggelar kegiatan bertajuk “Malam Puncak Pagelaran Kesenian Budaya Sunda 2026”. Kegiatan yang mengusung tema kebersamaan dan pelestarian budaya tersebut akan berlangsung selama tiga hari tiga malam, mulai 13 hingga 15 November 2026.
Pagelaran seni budaya ini akan dipusatkan di lapangan depan rumah Ketua RT 03, Kampung Cikambuy Tengah. Sejumlah pertunjukan kesenian tradisional Sunda, hiburan masyarakat, hingga berbagai perlombaan telah disiapkan untuk memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut.
Ketua Karang Taruna Keluarga 7, Gilang, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pagelaran ini merupakan salah satu bentuk kepedulian generasi muda terhadap keberlangsungan seni dan budaya daerah, khususnya budaya Sunda yang memiliki nilai sejarah, filosofi, serta identitas masyarakat, (Minggu 8 Nopember 2026).
Menurut Gilang, kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai kesenian tradisional.
Baca juga : Sinergi Pemkab Bandung dan KI Jabar Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan Lewat Monev KIP
Ia berharap melalui kegiatan ini, berbagai kesenian warisan leluhur tetap mendapatkan tempat di tengah perkembangan zaman dan tidak ditinggalkan oleh generasi penerus.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk ngamumule atau melestarikan budaya Sunda. Harapannya, masyarakat bisa ikut terlibat dan generasi muda semakin mengenal kesenian tradisional daerahnya,” demikian pesan yang disampaikan Gilang terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Rangkaian acara akan dimulai pada Jumat, 13 November 2026. Pada hari pertama, panitia akan mengawali kegiatan dengan pembagian hadiah perlombaan 17 Agustus sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Setelah itu, masyarakat akan disuguhkan penampilan Rampak Kendang dari Cipta Rasa Putra Priangan. Pertunjukan seni tabuh kendang yang dikenal dengan irama dinamis dan penuh semangat tersebut diharapkan mampu menghidupkan suasana serta menarik perhatian para pengunjung.
Tidak hanya itu, kesenian pencak silat dari Cipta Rasa Putra Priangan juga akan turut ditampilkan. Seni bela diri tradisional Sunda ini menjadi salah satu warisan budaya yang tidak hanya mengandung unsur ketangkasan, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, keberanian, dan nilai-nilai luhur.
Kemudian, pertunjukan Debus dari Sinar Banten akan menjadi salah satu sajian yang turut memeriahkan hari pertama pagelaran.
Memasuki hari kedua, Sabtu, 14 November 2026, suasana kegiatan akan semakin semarak dengan penampilan tarian dan hiburan warga masyarakat. Panitia juga akan menampilkan dokumentasi rekap kegiatan Karang Taruna RW 07 sebagai gambaran perjalanan, aktivitas, serta kontribusi organisasi kepemudaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, penampilan Karawitan Keluarga 07 akan memberikan nuansa khas kesenian tradisional Sunda melalui perpaduan alat musik dan irama yang sarat dengan nilai budaya.
Salah satu penampilan yang juga dinantikan adalah kesenian Tarawangsa dari Pusaka Lembur. Kesenian tradisional yang memiliki nilai historis dan erat kaitannya dengan tradisi masyarakat Sunda tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman budaya tersendiri bagi masyarakat yang hadir.
Sementara itu, pada Minggu, 15 November 2026, rangkaian acara akan ditutup dengan berbagai kegiatan yang tidak kalah menarik. Salah satunya adalah lomba Jaipong se-Kadus 3 yang menjadi wadah bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kecintaan terhadap seni tari tradisional Sunda.
Setelah perlombaan selesai, panitia akan mengumumkan para juara sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan kemampuan para peserta.
Sebagai penutup rangkaian pagelaran, masyarakat akan disuguhkan hiburan Bajidor dari Akar Karuhun yang diharapkan mampu menghadirkan suasana meriah sekaligus menjadi penutup kegiatan selama tiga hari tiga malam.
Bangun Kebersamaan Melalui Pelestarian Budaya
Gilang menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut tentunya membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau kelompok seni tertentu, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama, termasuk generasi muda dan lingkungan masyarakat.
Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam mendorong kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan. Salah satunya melalui penyelenggaraan pagelaran kesenian tradisional yang mampu mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana kekeluargaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh semangat gotong royong, kekompakan, serta rasa memiliki terhadap kebudayaan daerah. Terlebih, kesenian tradisional Sunda merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pagelaran Kesenian Budaya Sunda 2026 ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan masuknya berbagai budaya modern, kesenian tradisional tetap memiliki daya tarik dan relevansi dalam kehidupan masyarakat.
Dengan persiapan yang dilakukan panitia bersama Karang Taruna dan dukungan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat berlangsung lancar, meriah, serta memberikan kesan positif bagi seluruh pengunjung.
Karang Taruna Keluarga 7 pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut hadir dan menyaksikan rangkaian kegiatan pada 13, 14, dan 15 November 2026 di Lapangan Depan Rumah Pa RT 03, Cikambuy Tengah.
Kegiatan Karang taruna keluarga 7 ini mendapat dukungan dari Sudrajat Group serta dari media Qjabar.com dan Ketikone.com sebagai media partner.
Reporter : Den




