Beranda Birokrasi Festival Raksarupa Sangkanhurip, Upaya Mengangkat Seni Budaya Lokal Menuju Warisan Budaya Tak...

Festival Raksarupa Sangkanhurip, Upaya Mengangkat Seni Budaya Lokal Menuju Warisan Budaya Tak Benda

61
0

Kab.Bandung Ketikone – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Kebudayaan memberikan apresiasi terhadap inisiatif Karang Taruna Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, yang menggelar Festival Raksarupa sebagai ruang kreativitas sekaligus upaya melestarikan seni dan budaya lokal.

Kegiatan yang dikolaborasikan dengan program Baraya Bedas tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas pemuda, serta para seniman dan budayawan dalam mengembangkan potensi kebudayaan di Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad SE., MM, saat berada dilokasi Lapangan Perumahan Teduh, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang (11/10/2026), dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Sangkanhurip, Aan Tirta Gandana, S.Sos., S.H., M.H., beserta jajaran pemerintah desa dan Karang Taruna yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurut Irvan, Festival Raksarupa berawal dari gagasan pemuda untuk mengembangkan kreativitas melalui karya berbentuk boneka atau figur berukuran besar. Namun, gagasan tersebut kemudian diarahkan agar memiliki identitas dan karakter tersendiri yang mencerminkan kekayaan budaya Desa Sangkanhurip.

“Kalau bisa, jangan hanya dikenal sebagai ogoh-ogoh. Kita ingin ada sesuatu yang unik dan menjadi ciri khas Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang,” ungkapnya.

Irvan juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bandung berencana mendorong Raksarupa agar dapat dikaji sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional pada 2027. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memperkenalkan kreativitas masyarakat Sangkanhurip kepada khalayak yang lebih luas.

Menurutnya, Kabupaten Bandung selama ini telah memiliki sejumlah kesenian dan ekspresi budaya yang menjadi identitas daerah, termasuk Badawang yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Karena itu, pengembangan Raksarupa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkaya khazanah kebudayaan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan salam dari Bupati Bandung, Dadang Supriatna, dan Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, kepada masyarakat Desa Sangkanhurip. Keduanya belum dapat menghadiri kegiatan secara langsung.

Lebih lanjut, Irvan menjelaskan bahwa pembentukan Dinas Kebudayaan sebagai perangkat daerah tersendiri merupakan langkah untuk memperkuat perhatian terhadap pelestarian dan pengembangan kebudayaan. Meski telah terpisah dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kedua perangkat daerah tersebut tetap perlu membangun kolaborasi, terutama dalam mengembangkan potensi seni budaya yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Budaya bukan hanya tentang tarian atau pertunjukan seni. Budaya merupakan karakter, ciri, identitas, serta bagian dari peradaban manusia. Karena itu, potensi budaya harus terus dikembangkan dan diberikan ruang agar masyarakat dapat berkreasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah memiliki peran untuk memfasilitasi para seniman dan budayawan melalui berbagai program dan kegiatan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menampilkan serta mengembangkan kreativitasnya.

Baca juga : Kabupaten Bandung Perkuat Pengelolaan Pajak Berbasis Data

Sepanjang tahun sebelumnya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung telah menyelenggarakan sekitar 14 pagelaran seni budaya di berbagai wilayah. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui pendekatan langsung ke desa dan kecamatan untuk menggali serta memperkenalkan potensi seni budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Program Maraya Bedas yang dikolaborasikan dengan Festival Raksarupa menjadi salah satu bentuk pelaksanaan upaya tersebut. Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah berharap semakin banyak komunitas dan kelompok masyarakat yang terlibat aktif dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan lokal.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Karang Taruna, tokoh masyarakat, seniman, budayawan, hingga para pemuda yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Bandung dari daerah pemilihan setempat, Ir.Aep Dedi, H. Krisna Alamsah, Camat Katapang Rahmat Hidayat, S.STP., M.HP., Ketua Karang Taruna Kabupaten Bandung Rolly Yuliana, perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta unsur masyarakat dan pemerintahan desa di Kecamatan Katapang.

Melalui Festival Raksa rupa, masyarakat Desa Sangkanhurip diharapkan dapat terus mengembangkan kreativitas, menjaga nilai-nilai budaya, dan membangun kebanggaan terhadap identitas lokal. Dukungan pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat menjadi bagian penting agar potensi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dengan demikian, Festival Raksa rupa tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga diharapkan tumbuh sebagai ruang regenerasi seniman, penguatan identitas budaya, serta peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Kabupaten Bandung.

 

Reporter : Den

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini