Beranda Daerah Miris.! SDN Sukasari Terancam Ambruk, Proses Belajar Mengajar Terganggu

Miris.! SDN Sukasari Terancam Ambruk, Proses Belajar Mengajar Terganggu

38
0

Tasikmalaya Ketikone – Kondisi bangunan SDN Sukasari yang berada di Desa Mandalajaya, Kecamatan Kalong, Kabupaten Tasikmalaya, tepat di jalur Jalan Raya Provinsi Jawa Barat, kini memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat dan terancam ambruk sehingga membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan secara normal. Salah satu ruang kelas, yakni kelas 5 dan 6, tidak lagi digunakan karena dinilai tidak layak. Untuk sementara, para siswa terpaksa mengikuti proses pembelajaran di musala sekolah.

Saat ini SDN Sukasari memiliki sekitar 105 siswa, termasuk peserta didik baru. Keterbatasan ruang belajar menjadi kendala utama yang dihadapi pihak sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang optimal.

Baca juga:Bupati Cecep Bertaruh pada Kualitas Birokrasi, Penunjukan Kurniawan Dinilai Langkah Strategis

Ketua Komite SDN Sukasari, Agus Mulyana, mengatakan bahwa usulan perbaikan bangunan sekolah telah berulang kali diajukan kepada pemerintah. Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan maupun rehabilitasi.

“Pengajuan sudah beberapa kali kami sampaikan, tetapi sampai sekarang belum juga terealisasi. Padahal sebelumnya SDN Sukasari sempat masuk dalam program prioritas pembangunan,” ujar Agus Mulyana.Rabu 22 Juli 2026

Baca juga:Wabup Tasikmalaya Tinjau Jalan Rusak di Taraju, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Perbaikan

Pihak sekolah dan komite berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi bangunan SDN Sukasari. Selain untuk menjamin keselamatan siswa dan guru, perbaikan sekolah juga dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan kondusif.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera merealisasikan rehabilitasi SDN Sukasari sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan risiko yang lebih besar bagi seluruh warga sekolah.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini