Beranda Birokrasi Perkuat Literasi Media, KPID Jabar Gandeng Unitas

Perkuat Literasi Media, KPID Jabar Gandeng Unitas

81
0
Poto Aditya: Ketua KPID Jawa Barat Dr. Adiyana Slamet S.IP, M.Si

Tasikmalaya Ketikone – Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet, S.IP, M.Si terus mendorong penguatan kapasitas lembaga penyiaran melalui kolaborasi strategis dengan dunia akademik. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan yang digelar di Universitas Agama Islam Tasikmalaya, yang melibatkan para jurnalis serta mahasiswa dalam sebuah forum peningkatan kompetensi dan literasi penyiaran. Rabu 22 April 2026

Dr. Adiyana Slamet menegaskan bahwa tantangan dunia penyiaran saat ini semakin kompleks, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus digitalisasi. Lembaga penyiaran, menurutnya, tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga kualitas konten publik yang harus akurat, berimbang, serta menjunjung tinggi etika dan norma yang berlaku.

Ia menilai, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan tersebut. Para jurnalis dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, sementara mahasiswa sebagai generasi muda harus mulai dibekali pemahaman yang kuat tentang dunia penyiaran, termasuk regulasi, etika jurnalistik, serta kemampuan produksi konten yang berkualitas.

Baca juga:Event Bergengsi! Galunggung Bike Park Downhill 2026 Siap Guncang Tasikmalaya

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kampus memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan literasi media. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pemahaman praktis mengenai bagaimana dunia penyiaran bekerja, termasuk tantangan yang dihadapi di lapangan. Dengan demikian, diharapkan akan lahir generasi penyiaran yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, para peserta juga diajak untuk memahami pentingnya menjaga ruang siar yang sehat dan bebas dari konten negatif, seperti hoaks, ujaran kebencian, serta informasi yang tidak terverifikasi. Menurut Dr. Adiyana, lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk opini publik, sehingga setiap konten yang disiarkan harus melalui proses verifikasi yang ketat.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator, insan pers, dan kalangan akademisi. Kolaborasi ini dinilai mampu memperkuat ekosistem penyiaran yang lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing, khususnya di tingkat daerah. KPID Jawa Barat, lanjutnya, akan terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk mendorong peningkatan kualitas penyiaran yang lebih merata.

Baca juga:Tak Ada Batas! Bupati Tasik Cecep Suntik Motivasi Atlet NPCI Tasikmalaya

Kegiatan ini pun mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa Universitas Agama Islam Tasikmalaya, yang aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan mereka terkait perkembangan media saat ini. Para jurnalis seperiangan timur yang hadir juga berbagi pengalaman lapangan, memberikan gambaran nyata tentang dinamika kerja di dunia penyiaran.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan terbangun kesadaran bersama akan pentingnya menghadirkan siaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan inspiratif. Upaya peningkatan kapasitas ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem penyiaran yang sehat, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital yang terus berkembang.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini