Tasikmalaya Ketikone – Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, bersama Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) para Camat se-Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di Command Center. Rakor ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk menguatkan tata kelola pemerintahan berbasis digital, sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan di seluruh wilayah kabupaten. Rabu 25 Pebruari 2026
Dalam arahannya, Bupati Cecep menekankan bahwa transformasi digital bukanlah sekadar tren atau gaya modernisasi semata. Lebih dari itu, digitalisasi dianggap sebagai jembatan strategis untuk menyingkirkan sekat birokrasi, mempercepat proses pelayanan, dan memastikan kesejahteraan masyarakat bisa dirasakan secara lebih merata.
“Transformasi digital harus hadir sebagai sarana untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan, tanpa terhalang jarak maupun prosedur yang berbelit,” tegas Bupati.
Baca juga:Konsep Berbeda, PKB Tasikmalaya Borong Produk UMKM Lalu Bagikan Takjil ke Warga
Rakor tersebut membahas berbagai inisiatif strategis yang akan dijalankan Pemkab Tasikmalaya. Salah satunya adalah pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi hingga tingkat desa. Sistem ini akan memanfaatkan teknologi seperti CCTV, Zoom Meeting, dan aplikasi digital lainnya agar setiap proses pemerintahan dan pembangunan bisa dipantau secara real-time. Langkah ini diyakini akan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi kerja birokrasi.
Selain itu, Pemkab Tasikmalaya juga mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi berbagai sektor, terutama pajak dan retribusi daerah. Fokus utama diberikan pada Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan opsen PKB, sehingga pembayaran pajak dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan akuntabel. Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan kewajiban pajaknya tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintah.
Tak hanya soal infrastruktur digital, rakor juga menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM). Pemkab Tasikmalaya meluncurkan program Satu Sarjana Satu Desa, yang bertujuan menempatkan tenaga profesional dan sarjana di tiap desa. Program ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan, memacu inovasi, serta meningkatkan kualitas perencanaan dan pengelolaan desa.
Baca juga:Terbongkar! Suami Gerebek Istri Bersama Pengusaha Mebel Asal Negla Cibeureum Kota Tasik
Dengan SDM yang handal dan dukungan teknologi, setiap desa dapat lebih mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan modern.
Bupati Cecep menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, camat, dan seluruh aparat desa menjadi kunci sukses transformasi digital ini. Dengan koordinasi yang baik, integrasi sistem digital dapat berjalan lancar, pelayanan publik semakin optimal, dan pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya bisa bergerak lebih cepat dan terukur.
Rakor ini juga menjadi forum evaluasi dan diskusi terbuka, di mana para camat berbagi pengalaman, kendala, dan ide terkait implementasi digitalisasi di masing-masing wilayah. Pemkab Tasikmalaya berharap melalui pendekatan ini, setiap desa tidak hanya menjadi bagian dari transformasi digital, tetapi juga menjadi pionir inovasi dalam pelayanan publik dan pembangunan lokal.
Reporter: Dit




