Kabupaten Bandung Qjabar – Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan kunjungan langsung ke RSUD Pacira untuk meninjau kondisi bangunan setelah terjadinya insiden plafon ambruk.
Bupati menjelaskan, informasi awal mengenai kejadian tersebut diterima melalui grup koordinasi internal. Dalam grup tersebut, turut bergabung Wakil Ketua DPR RI, Kang Haji Cucun, yang juga mendapatkan laporan terkait kerusakan plafon di rumah sakit tersebut.
“Setelah saya cek langsung ke lapangan, memang benar ada plafon yang jatuh. Hal ini disebabkan oleh angin kencang, ditambah kondisi wilayah Pacira yang cukup lembab,” ujar Dadang Supriatna.
Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Kepala Desa BTL, Ketua DPRD, serta Kepala Dinas Kesehatan untuk memastikan kondisi terkini. Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa proses perbaikan telah dilakukan oleh pihak pelaksana pembangunan.
Baca juga : Insentif RT/RW Dipersulit, Antre Subuh Berujung Nihil, Kebijakan Pemkab Bandung Tuai Amarah
Ia mengungkapkan, meskipun pembangunan telah selesai sekitar dua tahun lalu dan masa pemeliharaan telah berakhir, pihak pelaksana tetap menunjukkan tanggung jawab dengan melakukan perbaikan.
“Walaupun masa pemeliharaan sudah habis, namun sebagai bentuk tanggung jawab, pelaksana tetap bersedia memperbaiki,” jelasnya.
Ke depan, Bupati mengarahkan agar material plafon yang sebelumnya menggunakan gypsum diganti dengan bahan yang lebih tahan terhadap kelembaban, seperti GRC. Selain itu, struktur plafon juga akan diperkuat untuk meningkatkan ketahanan bangunan.
Menurutnya, kejadian ini juga tidak terlepas dari faktor alam yang sulit diprediksi. “Kalau sudah berbicara soal alam, tentu di luar kendali kita. Namun ini menjadi bahan evaluasi penting ke depan,” tambahnya.
Dari hasil pengecekan menyeluruh, Bupati memastikan bahwa secara umum operasional RSUD Pacira sudah berjalan dengan baik. Meski demikian, masih terdapat kekurangan pada sarana dan prasarana, termasuk kelengkapan alat kesehatan serta sertifikasi BPJS Kesehatan yang akan segera didorong pemenuhannya.
“Insya Allah akan segera kita anggarkan agar operasional rumah sakit ini bisa lebih optimal,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa RSUD Pacira diharapkan dapat menjadi rumah sakit percontohan sekaligus bagian dari pengembangan wisata kesehatan, mengingat lokasinya yang berada di kawasan wisata.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Bupati memastikan bahwa bangunan rumah sakit telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebelum dioperasikan, serta telah melalui pemeriksaan pihak ketiga dan audit oleh BPK RI.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Dari sisi infrastruktur, kualitas bangunan sudah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan layak,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bandung juga akan melakukan penyesuaian spesifikasi teknis bangunan, khususnya di wilayah dengan tingkat kelembaban tinggi, guna meminimalisir kejadian serupa.
Reporter : Den




