Beranda Birokrasi Duka Tasikmalaya, Dr. Oni Syahroni Wafat Setelah Pingsan Saat Berpidato

Duka Tasikmalaya, Dr. Oni Syahroni Wafat Setelah Pingsan Saat Berpidato

440
0

Kota Tasik Ketikone – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah Kota Tasikmalaya setelah salah satu tokoh terbaiknya, Dr. Oni Syahroni, meninggal dunia pada Sabtu 14 Pebruari 2026. Wakil Ketua Bidang Majelis PD Muhammadiyah Kota Tasikmalaya itu menghembuskan napas terakhirnya usai sempat pingsan saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di Grand Hotel Metro Tasikmalaya, ketika acara tengah berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh serta tamu undangan. Saat itu, Dr. Oni Syahroni yang juga dikenal sebagai mantan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya baru saja memulai sambutannya di atas podium. Beberapa kalimat pembuka sempat terlontar, namun tak lama kemudian suaranya terdengar melemah. Para hadirin awalnya mengira beliau hanya berhenti sejenak, tetapi situasi berubah cepat ketika suaranya hilang dan tubuhnya tiba-tiba ambruk ke lantai.

Suasana yang semula tertib mendadak berubah menjadi kepanikan. Sejumlah panitia bergegas menuju podium, disusul para tamu undangan yang mencoba memberikan pertolongan. Beberapa di antaranya berupaya memastikan kondisi beliau sambil membuka ruang agar pertolongan dapat dilakukan dengan cepat. Wajah-wajah tegang terlihat di seluruh ruangan, sementara acara seketika terhenti.

Baca juga:Raut Muram Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Alarm Serius untuk Komunikasi Internal Pemkot

Tanpa menunggu lama, panitia langsung membawa Dr. Oni Syahroni menuju Rumah Sakit TMC Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Harapan besar sempat menyelimuti keluarga dan rekan-rekannya agar beliau dapat segera pulih. Namun takdir berkata lain setelah melalui upaya medis, beliau dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Kepergian Dr. Oni Syahroni menjadi pukulan berat, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh jajaran Muhammadiyah dan masyarakat luas. Sosoknya dikenal sebagai figur yang tenang, berwibawa, serta memiliki komitmen tinggi dalam dunia pendidikan dan dakwah. Kiprahnya sebagai akademisi dan pimpinan organisasi membuat namanya dihormati di berbagai kalangan.

Bagi banyak orang, beliau bukan sekadar pemimpin, melainkan juga guru dan teladan. Pemikirannya kerap menjadi rujukan, sementara dedikasinya mencerminkan semangat pengabdian tanpa henti. Tak sedikit kader muda yang merasa kehilangan arah setelah berpulangnya tokoh yang selama ini memberi motivasi dan bimbingan.

Baca juga:Bawa Teknologi dan Layanan Modern, Chery Perluas Jejak di Kota Tasikmalaya

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan dapat berubah dalam hitungan detik. Di tengah aktivitas pengabdian dan semangat membangun generasi, Tuhan memanggilnya kembali. Duka mendalam pun menyelimuti jalannya acara pelantikan yang seharusnya menjadi momentum penuh optimisme bagi para pemuda.

Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak. Doa-doa dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta seluruh amal ibadahnya diterima. Sementara itu, keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi kehilangan besar ini.

Kepergian Dr. Oni Syahroni meninggalkan jejak pengabdian yang tidak singkat. Namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Kota Tasikmalaya seorang intelektual, organisator, sekaligus penggerak yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan umat dan pendidikan. Warisan nilai serta perjuangannya diyakini akan terus hidup dalam setiap langkah kader dan generasi penerus.

Reporter: Dit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini