Kota Tasik Ketikone – Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Kota Tasikmalaya berlangsung dengan penuh makna ketika Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candra Negara, hadir secara langsung untuk membuka ruang dialog bersama Forum Group Discussion (FGD) Pemerhati Disabilitas.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dan pemerintah dalam memperkuat kesadaran kolektif mengenai hak, kebutuhan, serta pemberdayaan penyandang disabilitas di wilayah Kota Tasikmalaya Jawa barat. Selasa 02 Desember 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Diky Candra datang di dampingi Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Budi Rahman, yang selama ini memegang peranan strategis dalam berbagai program sosial, termasuk peningkatan layanan dan fasilitas untuk kelompok disabilitas.
Baca juga:Kunjungan Strategis: Demokrat Jabar Rakit Kekuatan Di Kota Tasik Untuk Pileg 2029
Kolaborasi keduanya mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong terciptanya lingkungan yang semakin inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pada kegiatan yang dihadiri para aktivis, organisasi penyandang disabilitas, penggiat sosial, serta perwakilan berbagai instansi ini, FGD menjadi ruang penting untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Para peserta membahas beragam isu strategis, mulai dari aksesibilitas fasilitas publik, pendidikan inklusif, kesempatan kerja, hingga perlindungan hukum bagi penyandang disabilitas.
Diky Candra menyimak secara seksama berbagai masukan tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah siap untuk memperkuat sinergi dengan komunitas disabilitas demi menghadirkan kebijakan yang lebih responsif.
Baca juga:Diky Candra Buka Gempungan Seniman: Langkah Baru Kebangkitan Budaya Kota Tasik
Dalam sambutannya, Rd Diky Candra menekankan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional bukan sekadar seremonial rutin, melainkan refleksi terhadap sejauh mana komitmen kota dalam menghapus hambatan sosial, fisik, maupun kultural bagi penyandang disabilitas.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan siapa pun, termasuk masyarakat dengan kebutuhan khusus yang memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, maupun fasilitas umum. “kata Diky
Lebih jauh, Diky Candra berharap momentum ini dapat menguatkan empati sosial dan memperluas pemahaman masyarakat bahwa penyandang disabilitas bukan objek belas kasih, tetapi subjek yang memiliki potensi besar jika diberikan ruang, akses, dan kesempatan yang adil. “harapnya
Baca juga:Sidak, Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Temukan Klinik Berdiri di Atas Saluran Air
Ia juga mengapresiasi Dinas Sosial dan seluruh komunitas yang terus mendorong berbagai program pemberdayaan, edukasi publik, serta peningkatan fasilitas yang lebih inklusif. “katanya
Acara turut penampilan belajar memasak oleh disabilitas, yang menunjukkan kemampuan luar biasa sekaligus mengingatkan hadirin bahwa keterbatasan fisik tidak pernah membatasi kreativitas dan semangat.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menggambarkan bahwa hubungan antara pemerintah dan masyarakat disabilitas semakin erat dan terbuka.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap lahirnya rekomendasi konkrit dari hasil diskusi FGD yang kemudian dapat dirumuskan menjadi kebijakan atau program nyata di lapangan.
Peringatan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus bergerak menuju kota inklusif, di mana semua warganya dapat hidup berdampingan, saling menghargai, dan memiliki kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan. “Tutupnya
Reporter:Dit




