Beranda Birokrasi Sikapi Tantangan Regenerasi Petani dan Stabilitas Pangan, di HPN Ke-69 Tingkat Kota...

Sikapi Tantangan Regenerasi Petani dan Stabilitas Pangan, di HPN Ke-69 Tingkat Kota Tasikmalaya

249
0
Oplus_131072

TASIKMALAYA,KETIKONE.COM — Menyikapi tantangan regenerasi petani dan stabilitas pangan, Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Sarahsehan dalam acara Hari Tani Nasional
ke-65 Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2025 yang di pimpin langsung oleh Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadha bersama kelompok tani, akademisi, mahasiswa, dan serikat petani juga didampingi oleh Drs. H. Asep Goparulloh, M.Si sebagai Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya,Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, dr Uus Supangat,
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota TasikmalayaIr. Hj. Ely Suminar, M.P., Ketua DPD Tani Merdeka Kota Tasikmalaya H.Nandang,Anggota DPRD Komisi ll Andi Warsandi,dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi nyampaikan bahwa momen Hari Tani Nasional ke-65 semakin menguatkan peran petani sebagai pahlawan pangan dan memberi semangat baru untuk mewujudkan pertanian yang maju,berdaya saing, dan menyejahterakan. Peringatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap
lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria tahun 1960, sebuah tonggak penting reformasi agraria di Indonesia, sekaligus momentum untuk mengingat kembali betapa besar jasa petani dalam menjaga ketahanan pangan bangsa.

“Peringatan ini kita laksanakan dengan semangat kebersamaan. Kita ingin menghadirkan ruang refleksi, apresiasi, sekaligus sinergi antara pemerintah, legislatif, akademisi, pelaku usaha, dan tentunya petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian.Tahun ini begitu banyak kegiatan yang kita selenggarakan dalam rangkaian Hari Tani. Ada sarasehan pembangunan pertanian, yang menjadi forum strategis untuk melahirkan gagasan, misalnya bagaimana meningkatkan produktivitas di tengah perubahan iklim. Ada pula ekspo produk pertanian, yang menampilkan hasil bumi dan inovasi dari kelompok tani, sebagai bukti bahwa pertanian Kota Tasikmalaya punya nilai tambah dan daya saing. Kita juga mengadakan temu usaha, mempertemukan petani dengan stakeholder dan pelaku bisnis agar terbuka akses pasar,
permodalan, dan jejaring yang lebih luas.

Harapannya, petani tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga naik kelas menjadi pelaku utama dalam rantai bisnis pertanian.Gerakan Pasar Murah (GPM) kita hadirkan untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, sekaligus menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi daerah.

“Potensi sektor pertanian di Kota Tasikmalaya masih sangat besar.Berdasarkan data tahun 2025, sekitar 659 wilayah Kota Tasikmalaya atau 11.298 hektar masih berupa lahan pertanian, terdiri dari 4.831 hektar sawah dan 6.467 hektar lahan bukan sawah. Jumlah petani kita pun mencapai 37.762 orang, dengan 722 kelompok tani dan 64 gapoktan. Ini adalah modal besar yang harus terus kita kembangkan agar pertanian di Tasikmalaya tidak hanya bertahan, tetapi juga berdaya saing dan berkelanjutan.”Paparnya.

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini Pemerintah Kota Tasikmalaya menyerahkan berbagai bantuan nyata untuk
petani, mulai dari benih padi, calon induk ikan Nila Nirwana, bibit hortikultura, alat pertanian, hingga budidaya peternakan. Bantuan ini bukan hanya sekadar simbolis, melainkan komitmen pemerintah untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani di daerah kita.

“Ada tiga hal penting yang ingin saya garis bawahi pada kesempatan ini. Pertama, tujuan peringatan Hari Tani adalah untuk mengenang perjuangan petani, mengapresiasi peran penting mereka dalam ketahanan pangan, serta memperjuangkan hak-hak petani agar semakin berdaya.Harapan kita ke depan adalah agar para petani di Kota Tasikmalaya tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dari pembangunan pertanian. Kita ingin petani kita mandiri, inovatif, dan
mampu mengakses teknologi serta pasar dengan lebih baik.”Tuturnya.

Ketiga, target kita bersama adalah menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai daerah yang mampu menciptakan kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat posisi

pertanian sebagai pilar pembangunan daerah.

“Melalui momentum Hari Tani Nasional ini, mari kita perkuat kolaborasi. Pemerintah, legislatif, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat harus berjalan seiring dalam membangun sektor pertanian yang tangguh. Petani adalah pahlawan pangan, dan keberhasilan pertanian adalah keberhasilan kita semua.Semoga ikhtiar kita hari ini membawa manfaat besar, tidak hanya bagi petani tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya.”Harapannya.

Sementara itu,
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota TasikmalayaIr. Hj. Ely Suminar, M.P. menambahkan bahwa acara tersebut untuk mensosialisasikan produk pertanian adalah sebagian pahlawan penyediaan pangan sehingga para petani diajak untuk terus berkelanjutan menanam demi kemajuan Kota Tasikmalaya.

“Hari tani ini adalah momentum reformasi Agraria sebagai kekuatan untuk perlindungan lahan yang kita ajukan di LP2B sebagai lahan pertanian intensifikasi sebagai upaya untuk meningkatkan produksi atau nilai per unit sumber daya, seperti lahan pertanian, dengan menggunakan teknologi baru atau metode yang lebih efisien dan Diversifikasi strategi untuk menyebarkan aktivitas atau investasi ke berbagai jenis produk, layanan, pasar, atau aset untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan keuntungan.” Terangnya.

 

  1. Jurnalis: (dan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini