Beranda Hukum & Politik Wakil 1 DPRD Kabupaten Bandung, H. Firman Berharap Anak Yang Kurang Mampu...

Wakil 1 DPRD Kabupaten Bandung, H. Firman Berharap Anak Yang Kurang Mampu Dan Berkebutuhan Khusus Diperhatikan

222
0

Kab.Bandung Ketikone – Wakil I DPRD Kabupaten Bandung, H. Firman B Somantru, dari Fraksi Golkar, untuk sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang mulai tahun ini menilai perubahannya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, karena menurut Firman l, kaitan dengan sistem zonasi yang dirubah menjadi domisili, diharapkan bagi anak yang kurang mampu dan berkebutuhan khusus bisa diperhatikan (diakomodir.

Hal ini dikatakan H. Firman usai menghadiri permulaan Penerimaan Murid Baru di Kabupaten Bandung tahun ajaran 2025 – 2026, di Hotel Sutan Raja Soreang Kabupaten Bandung (23/5/2025), dimana menurut H. Firman, dimana penerimaan murid baru untuk tahun ini agar lebih obyektif, transparan tidak terjadi adanya pungutan biaya.

Terkait dengan sistem SPMB (Penerimaan Siswa Baru) yang sekarang itu tergantung pada instansi sekolah sendiri, yang jelas pihak sekolah harus menegakan aturannya, baik dan tidak baiknya tergantung dari sekolah mamakai aturan dan ketentuannya apakah dipakai atau tidak?,

Sementara di DPRD sendiri banyak yang mengusulkan dari masyarakat dimana anaknya agar bisa diterima di sekolah negeri padahal antara tempat tinggal dan sekolah tersebut sangat jauh, sebagai wakil rakyat tentunya kami juga harus memperjuangkannya, tetapi kalau aturannya dipakai tentunya kamipun tidak berani.

Hal – hal yang terjadi pelanggaran di sekolah, menurut H. Firman, dalam penerimaan haru contohnya, sekolah seharusnya menerima 40 siswa menjadi 50 siswa, dan memang itu dilema, karena kebanyakan orang tua ingin menyekolah anaknya ke negeri, jadi kalau aturan dipakai untuk sekolah dalam penerimaan satu ruangan hanya 40 siswa, “ya, 40 siswa jangan melebihi, sebab yang tidak keterima bisa masuk ke skolah swasta, jadi sekolah swasta juga menjadi banyak anak didiknya, namun untuk sekolah swasta terkendala dengan biaya karena mahal.

 

 

Reporter : Den

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini