Beranda Hukum & Politik Reses Ketiga Legislator H. Dadang Suryana Tampung Masalah Banjir Di Dayeuhkolot

Reses Ketiga Legislator H. Dadang Suryana Tampung Masalah Banjir Di Dayeuhkolot

422
0

Kab.Bandung Ketikone – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKS, yang juga Sekretaris Komisi B, H. Dadang Suryana (Kang HDS) dalam reses ketiga untuk masa sidang II tahun 2025 di Gor Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung (12/3/2025) tampung Masyarakat Dayeuhkolot masalah banjir.

Menurur H. Dadang Suryana (Kang HDS) masalah banjir di Dayeukolot selalu terjadi disaat instensitas hujan yang cukup tinggi, dan ini selalu sering terjadi dan banjir yang cukup tinggi ini terjadi di Kabupaten Bandung khususnya di Dayeuhkolot.

Untuk itu baik untuk masyarakat Dayeuhkolot baik itu untuk Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi dan Pusat, dimana banjir ini bukan hanya isu di daerah saja tetapi isu banjir ini sudah tingkat nasional sehingga adanya penanganan yang signifikan.

Dengan harapan penanganan banjir ini sangat dilematis sekali tidak bisa menggunakan memakai anggaran yang kecil, tetapi anggaran yang hsrus digunakan harus cukup besar, itu hal pertama, yang kedua kesiapsiagaan masyarakat dalam arti penanggulangan banjir ini tidak bisa menyalahkan (neumbleuhkeun) sama pemerintah saja, jadi antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, dikarenakan masalahnya nasional itu harus bersama masyarakat.

Untuk masyarakat sendiri tahapannya berbeda – beda (custem) ada tokoh agama, ada tokoh pemuda dan ada juga tokoh masyarakat ini juga harus bersama – sama bekerjasama dengan pemerintah dalam rangka mencari solusi terbaik kaitannya dengan banjir termasuk dengan lingkungan dalsm hal ini sampah.

Sehubungan masalah banjir dan sampah ini isu nasional, mudah – mudahan saja bagi kami sebagai anggota dewan akan menjadi skala prioritas untuk bisa dilaksanakan, seperti tadi yang telah disampaikan, bahwa anggaran yang digunakan untuk menanggulangi masalah banjir dan sampah itu tidak sebatas menggunakan/mengandalkan anggaran aspirasi (e-pokir), tapi ada anggaran – anggaran yang bisa dimanfastkan untuk mengatasi permasalahan banjir dan sampah itu.

 

 

Reporter : Den

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini